NKRI harga mati

Bangkit Menggebuk Bersama Jokowi

Selalu ada tokoh sentral yang mampu mempengaruhi banyak orang tersebut hingga akhirnya mendukung pendapat tertentu. Misalnya, dalam hal ini setuju bahwa khilafah dan Pancasila bisa berjalan beriringan. Ini pun terjadi di zaman NAZI, sebagaimana diceritakan dalam buku The Art of Thinking Clearly, Joseph Goebbels seorang menteri propaganda Jerman pernah bertanya kepada kerumunan massa pada tahun 1943.

Negara Bangsa, Bukan Negara Agama

Teman saya orang Tunisia yang tinggal di Madinah bercerita dengan agak frustrasi soal Saudi. “Aku dari ras Arab, bahasa ibuku bahasa Arab, agamaku Islam. Tapi aku tetap bukan WN Saudi, dan diperlakukan sangat berbeda dengan warga Saudi,” keluhnya. Sebelumnya kami bersama-sama tinggal di Jepang. “Di Jepang, orang mungkin merasa aneh melihat tampang saya. Agama saya aneh. Bahasa saya aneh. Tapi kita semua diperlakukan sama seperti warga Jepang,” keluhnya.

TNI Siap Berjihad Demi NKRI

REDAKSIINDONESIA-Panglima TNI, Jenderal Gatot Numantyo, mengajak seluruh peserta unjuk rasa damai aksi Bela Islam jilid III, yang akan berlangsung pada Jumat, 2 Desember 2016, agar tertib sesuai dengan aturan.

Namun, Gatot menegaskan bila ada insiden tidak diinginkan, pihaknya siap mempertahankan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari seluruh ancaman yang muncul.

Widodo Visits Natuna dan Ide Brilian Sang Jenderal

Oleh : Mawalu

Tadi malam aku nonton Headlines News disebuah stasiun Televisi Luar Negeri melalui jaringan TV kabel dengan Text Line berita, "Widodo Visits Natuna".

Budaya di Barat biasanya menyebut seseorang selalu nama belakangnya saja. Contohnya, Junimart Girsang Makan Pisang di Pasar, maka orang barat akan menyebut, Girsang Makan Pisang di Pasar. Itu sudah umum dan lazim disana.

Pages