Mafia Migas

Jonan : Mafia Migas Nanti Kita Beresin Deh

REDAKSIINDONESIA-Ignasius Jonan baru saja diangkat menjadi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Jonan berniat membenahi sektor ini bersama Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar.

Selama ini banyak beredar kabar bahwa ada mafia migas dan tambang yang menguasai sektor ESDM Indonesia. Jonan mengaku malah belum mendengar soal ini.

Ini Cara Mafia Migas Menghambat Arcandra Tahar Kembali Jadi Menteri

Oleh: Alif Kholifah

Diberhentikannya Arcandra Tahar dengan hormat sebagai Menteri ESDM sebenarnya permainan politik tingkat tinggi para mafia Migas. Presiden Joko Widodo bisa saja tidak memberhentikan dengan segera mengeluarkan perintah pengurusan status kewarganegaraan.

Arcandra Tahar Kembali, Para Mafia Tambang Blingsatan

Ilustrasi

Oleh Alif Kholifah

Meski Arcandra Tahar sudah bukan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) lagi namun nampaknya masih dianggap kandidat terkuat untuk kembali menduduki kursi jabatan itu. Hal itu terbukti pasca pemberhentian dengan hormat AT dari kursi Menteri hingga sekarang belum ada pengganti definitif. Jabatan itu masih dirangkap oleh Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan. Disisi lain, terlihat banyak pihak terutama kalangan partai politik menggoyang dan membesarkan kesalahan hilangnya kewarganegaraan Arcandra.

Agar Suasana Tenang, Presiden Jokowi Harus Berani Angkat Menteri ESDM dari Kalangan Mafia Migas

Oleh : Pepih Nugraha

Jika orang seprofesional Arcandra Tahar saja bisa digoyang-goyang sampai jatuh, Presiden Jokowi harus berani melakukan terobosan yang "out of the box", yakni mengangkat pengganti Menteri Energi Minyak Energi dan Mineral yang baru dari kalangan mafia minyak dan gas (migas).

Dengan cara ini, dijamin segerombol oknum di kementerian ESDM dengan jaringannya tancap gas menilap hasil bumi Indonesia dengan bebas. Selain itu, Jokowi terhindar dari perundungan (bully).

Menebak Penyuap Sudirman Said Rp 3,9 M

Ilustrasi

Oleh: Alif Anugrah

Kemarin KPK mengumumkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said sebagai penyelenggara negara yang mengembalikan gratifikasi senilai Rp 3,9 M. Gratifikasi menteri yang kini tengah berpolemik dengan Ketua DPR itu berupa perhiasan nan mewah bertahta berlian. Nilai berliannya sendiri mencapai Rp 2,6 M. Tentu ini upaya yang tidak main-main. Lantas pengusaha siapakah yang berani memberi barang sangat mewah tersebut?

Pages