Kerja
Kerja Jokowi Belum Usai
Kerja Jokowi Adalah Cinta
Tapi bagaimana menjelaskan prinsip menjauhkan anak-anak dari asas manfaat sebagai putra pejabat..?
Tapi bagaimana menjelaskan hati seorang perempuan, yang tetap mendampingi dalam ekspresi wajah hening ketika di hadapannya, lelaki yang dicintainya memanggul salib 260juta rakyat, sambil dilempari batu kebencian?
Listen To Your Heart
“Belum lagi soal illegal logging, illegal fishing, udah di hantam semua tuh”.
Hadew, sudah ah. Nyerepet terus. Ga usah promosi. FB ku tuh, dari aku buka mata sampai mau merem isi nya udah kayak commercial ads.
“Yang Asian Games kemarin, lu suka kan, Jo?”
Duh ni anak ga mau brenti.
“Lu bilang ini nih Presiden Millennial”.
Cara Gila Jokowi
Saat Jokowi Hidup Di Aceh
Jokowi terus menatap Iriana. Memastikan perasaannya tidak runtuh mendadak melihat pemandangan yang akan menjadi arena hidup Iriana. "Tapi apa yang saya khawatirkan tidak terjadi. Wajah manis Iriana tidak kelihatan bergidik. Tidak juga nampak menolak. Ia hanya menatap tak berkedip dan menghela napas. Lalu menatap saya dan mengangguk 'Baraknya bagus'," kata Jokowi mengulang pujian Iriana tentang tempat tinggal mereka.
Jangan Mencintai Dengan Cara Yang Salah
Kerja Itu Belum Selesai
Bila tidak dikorupsi, seharusnya tanah Papua sudah terbuka sejak 10 tahun lalu. Bila tidak dikorupsi seharusnya saat ini, gemuruh suara kereta api, telah lalu lalang dan mempermudah geliat ekonomi di Kalimantan dan Sulawesi. Dan bila keadilan sudah merata, seharusnya Sumatera sudah sama seperti Pulau Jawa.
Pemerintah Dapatkan Top Posisi Kepercayaan Rakyat, Buktikan Hasil Kerja Jokowi
Tidak heran bila tiap hari kita temui berita presiden berada di lapangan. Dulu berita tentang presiden ya ketika ada rapat di Istana Negara atau kalau dilapangan ya meresmikan sesuatu. Sekarang beda sekali, bahkan banyak hal yang tidak pernah dilakukan presiden sebelumnya itu dikerjakan. Tak heran Jokowi masuk dalam 50 tokoh Islam berpengaruh sedunia selain KH Said Aqil Siradj yang dari Indonesia.
Prof Sumanto Sentil Pernyataan Aa Gym Tentang Pemimpin Berakhlak
Oleh Prof Sumanto Al Qurtuby
Belum lama ini Aa Gym membuat komentar yang menarik dan menggelitik untuk ditanggapi. Ia mengatakan, kurang lebihnya begini, "Pemimpin itu tidak cukup bilang kerja, kerja, kerja tapi akhlak, akhlak, akhlak, baru akan dicintai oleh rakyatnya".
Saya kira ia benar bahwa seorang pemimpin politik-pemerinahan yang baik itu tidak hanya "bekerja" saja tetapi juga harus "berahlak". Hanya saja, menurut saya, ada sesuatu yang "ganjil" dalam pernyataan beliau, yang perlu dibahas lebih lanjut.









