Padahal bacaan Al Quran sudah beku. Sudah ada pakemnya. Jika sekedar tidak fasih karena faktor dialek etnis, akan sangat dimaklumi.
Namun, menurutku, kategori beliau ini adalah orang yang "belum bisa" baca Al Quran. Mengerikan sekali, bukan? Tapi kok ya sudah berani membawakannya di hadapan publik.
Demikian juga dengan ketuhanan.
Ketuhananku berbeda dengan ketuhananmu berbeda dengan ketuhanannya. Seperti ketika kita berbeda dalam mengalami keindahan melalui tendangan Ronaldo dan gocekan Mesi, demikian juga kita berbeda dalam menghayati ketuhanan.
Copyright © 2019,
