gullen

Sehari Bersama Fethullah Gullen

Oleh: Arifin Asydhad

 Rambutnya sudah semakin memutih. Badannya sudah terlihat ringkih, jalannya pun agak tertatih-tatih. Seusai duduk memimpin kelas pengajian selama dua jam, pria yang kini berusia 75 tahun itu sempat menggerak-gerakkan kedua kakinya beberapa saat ketika berdiri setelah beranjak dari tempat duduknya. Diapun berjalan pelan menghampiri para pengikutnya. 

Hizmet, Gullen dan Kudeta Turki

Oleh: Idris Muhammad
 

Silakan anggap saya tak konsisten, awalnya memang tak mau komentarin kudeta di Turki. Tujuannya atau niatnya supaya ttp menjaga komunikasi baik dg 'maaf' pendukung Erdogan. Bahas kebenaran siapa benar tak ada ujungnya. Tapi lama-lama serasa tak tahan kalau lihat lama-lama semakin banyak fitnah beredar, yang maaf sekali lagi itu banyak dilakukan pendukung Erdogan di sini.

Pages