Ganti Presiden

Tak Beradab, Majelis Sholawat Dan Haul Jadi Ajang Kampanye

ilustrasi

Sebab makin keruh suasana majelis sholawat dan haul tersebut, Habib Muhammad Novel Bsa terpaksa mengambil alih panggung dan memanggil pasukan Banser untuk kemudian menyanyikan mars Banser dan Yalal Wathon untuk menenangkan keadaan serta mengatur supaya tidak ada teriakan politik pada majelis ini.

Perusak NKRI Sudah Mulai Merasuk Acara Nahdliyin

Ilustrasi

Sebelumnya beredar video prabowo wudhu mendahulukan kaki kiri dan dengan tata cara wudhu yang ugal-ugalan, dalam fiqih syafi'i yang di kaji di lingkungan pesantren NU tata cara wudhu itu pelajaran dasar santri baru, artinya capres usulan habib rizieq yang di sepakati ijtima ulama sebagai capres yang lebih islam dari jokowi, capres yang lebih muslim dari kyai ma'ruf ini ternyata harus belajar tata cara wudhu yang benar lagi pada santri ibtida ( setingkat SD ) NU, baru kemudian belajar jawab salam, menyeb

Pengikut Ganti Presiden Kotori Haul Habib Ali Di Solo

Ilustrasi

Kedelapan, perkataan Habib Luthfi Bin Yahya tersebut tertuju untuk orang yang berteriak tadi, tidak ada kaitannya dengan Sandiaga Uno, Sahibul Haul atau yang lain, tapi justru yang beredar tidak demikian, melainkan berisi finah dan hoax yang memutarbalikan fakta.

Menghilangnya Para Penggerak Tagar 2019 GP

Ilustrasi

Mereka ini terlihat terbiasa melakukan hal-hal yang tidak jujur, kotor, menodai demokrasi, culas, bahkan menghalalkan cara agar memenangkan Pilpres 2019. Jika memang kemudian para penggerak tagar GP benar-benar “ditarik” karena melakukan beberapa kesalahan, tim juru bicara yang ditunjuk secara resmi ternyata kapasitasnya tidak jauh lebih baik. Dari berbagai ajang diskusi baik di media elektronik maupun media sosial, terlihat tim kampanye Prabowo hanya sibuk menyerang petahana.

Ganti Presiden 2019 Indonesia Lebih Ancur

Ilustrasi

10. Tidak pernah mengakui kesalahan sendiri melainkan melemparkannya kepada yang lain.
11. Pandai bersilat lidah.
12. Tidak punya sifat membangun atau tidak supportif.
13. Selalu berdebat tentang ayat2 di kitab sucinya, maka cara berpikirpun jadi terbelakang.
14. Selalu memikirkan kehidupan se sudah kematian, maka lupa dengan arti kehidupan itu sendiri dan lupa dg cara menjaga dan memelihara kehidupan ini dengan sebaik2nya.

Pages