Filipina

Secangkir Kopi untuk Penjaga Negeri

 

Peran Banser adalah menjaga jangan sampai ISIS dari Marawi Filipina masuk ke Indonesia.

Peng-efektifan kembali organ NU untuk menjaga Indonesia ini sudah sangat tepat. ISIS berpotensi masuk ke Indonesia dengan baju "agama", dimana tidak banyak orang mengenali karena mereka membawa nama "Islam".

Disitulah berbahayanya ISIS..

Sedang Apa Kamu Sekarang?

 

Atau sedang memikirkan kemana anakmu akan meneruskan sekolah? Bekerja keras mencari biayanya agar masa depan mereka jauh lebih baik darimu.

Atau sedang berusaha menabung agar bisa membeli kendaraan baru, rumah baru, mewujudkan liburan ke luar negeri atau hal-hal lainnya. Atau sedang berencana pergi haji?

Pembebasan 10 WNI, Seskab Tegaskan Tidak Ada Uang Tebusan

REDAKSIINDONESIA-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui proses pembebasan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Brahma-12 dilakukan sepenuhnya melibatkan pemerintah dan juga tentunya bahwa ada bagian-bagian dari pemerintah, perorangan yang mempunyai networking juga bekerja. Karena itu, Presiden menyampaikan bahwa ini diplomasi total. Namun Seskab membantah adanya pembayaran uang tebusan dalam proses pembebasan kesepuluh WNI dari kelompok milisi di Filipina itu.

Alhamdulillah 10 Sandera di Filipina Bebas

Oleh :Muhammad AS Hikam

Puji syukur kepada Tuhan dan terimakasih kepada semua pihak yg telah berpartisipasi dalam upaya pembebasan para sandera asal Indonesia yg merupakan anak buah kapal (ABK) Brahma 12. Mereka berada dlm tawanan kelompok teroris Abu Sayyaf (AS) dari Filipina Selatan selama sebulan lamanya bersama bbrp sandera dr nefara lain. Saat ini konon masih tersisa 4 sandera asal Indonesia yg belum dibebaskan. Sebagai sesama anak bangsa dan ummat manusia yg solider dg mereka, kita berharap daj berdoa agar mereka juga sefera dibebaskan. Amiin.

TNI Dan Polri Siap Bebaskan WNI, Tetapi Hormati Konstitusi Filipina

REDAKSIINDONESIA-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi secara terus-menerus telah memantau perkembangan penyanderaan terhadap 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) oleh salah satu kelompok sparatis di Filipina.

Ia menegaskan, pemerintah siap mengirimkan pasukan TNI dan Polri untuk membebaskan mereka, jika Filipina tidak bisa segera menyelesaikan masalah penyanderaan WNI itu.

Pages