Cara

Lembaga Quick Count Buka-Bukaan

ilustrasi

Ini seperti mengulang episode 2014 dimana Persepi berusaha menjaga integritas akademiknya. Mengingatkan: tahun 2014 ada 10 lembaga menyelenggarakan quick count dan exit poll. 7 diantaranya menyimpulkan Pak Jokowi memenangkan pilpres, dan 3 yang lain menyimpulkan bahwa Pak Prabowo yang menang. Dewan Etik Persepi ketika itu memutuskan untuk menyelenggarakan sidang etik memanggil 10 lembaga itu diaudit, dihadiri media secara terbuka di salah satu ruangan di Hotel Sari Pan Pacific.

SBY Peringatkan Keras Cara Kampanye Prabowo

ilustrasi

Penyelenggaraan kampanye nasional (dimana Partai Demokrat menjadi bagian didalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan "inclusiveness", dengan sasanti "Indonesia Untuk Semua" Juga mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan. Juga mencerminkan persatuan. "Unity in diversity". Cegah demonstrasi apalagi "show of force" identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim.

Ratna Sarumpaet Dan Perlawanan Pada Gaya Komunis

ilustrasi

Maka dari itu, pembongkaran kebohongan Ratna ini adalah upaya melawan gaya komunisme. Komunisme menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan. Jelas sekali blow up dugaan penganiayaan Ratna berada pada ranah kepentingan politik. Dan Ratna harus mau terbuka, siapa yang berani menyuruh dia melakukan kebohongan publik yang luar biasa ini. Gaya komunisme pada kasus Ratna didasarkan pada hilangnya kewaspadaan, kehati-hatian atau mempertanyakan urutan kejadian termasuk tidak segera melapor ke pihak kepolisian.

Hati-Hati Jargon Kembali Ke Qur'an Dan Sunah

ilustrasi

Cadangan minyak mentah sudah tersedia sejak jutaan tahun yang lalu, tapi baru di abad ini bisa diprodukai masal (industri) untuk bahan bakar mobil dan pesawat. Umat manusia harus menunggu dalam rentang sejarah sampai memasuki abad 19 ke 20, baru bisa menikmati olahan minyak bumi.

Ala Rusia

ilustrasi

MEMANG BUATAN RUSIA 
Masalahnya, Firehose of Falsehood memang diciptakan oleh para pakar Rusia. Teknik ini dikembangkan dari teknik propaganda Perang Dingin yang dipakai Uni Sovyet. Dalam perkembangannya, membombardir kebohongan melalui banyak saluran media membuat Rusia mampu mencaplok Cremia dan mengobok-obok Georgia.

Pages