Calon Gubernur
Lelucon Pilkada Jabar
Djarot Saiful Bertarung Di Sumatera Utara
Kang Dedi Urang Lembur
Penaku tak henti bergerak di atas kertas putih, seolah tak dapat menahan diri untuk mencatatkan apa yang dapat dirasakan ketika membuntuti perjalanan Kang Dedi selama berada di tengah-tengah rakyatnya saat itu.
Kang Dedi tidak pernah mencoba beralasan lelah, lagi sibuk, dan sedang pertemuan rapat penting, ketika ada rakyat kecil datang menghampiri.
Tanda-Tanda Kekalahan Anies-Sandi Makin Nyata
Faktanya, khotbah yang memojokkan Ahok, spanduk, ujaran hingga ke berbagai group wa, sudah tidak terkendali bentuknya. Bukan hanya memojokkan namun sangat rasis serta tidak berprikemanusiaan. Seakan-akan tidak ada satu kebaikan yang sudah ditanamkan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Penolakan sholat jenazah hingga yang terakhir muncul mulai ditolaknya berjamaah atau sholat bagi pendukung Ahok dibeberapa tempat muncul.
Siapa Saja Ustadz yang Ikut Umroh Politik Bareng AHY?
Umroh Jelas Halal Tapi…..
Kegiatan agama yang sebenarnya biasa tetapi karena waktunya berdekatan dengan Pilkada, memakai atribut calon gubernur maupun menunjuk simbol no urut sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi umat Islam di Indonesia sedang mendapat ujian berat berupa mempertahankan toleransi, keberagamaan, menghargai umat lain yang selama ini diajarkan oleh Rasulullah.
Si Bunglon Cagub DKI
Saya fikir dia lebih kepada bunglon, menggunakan kamuflase sesuai lingkungan yang dia butuhkan. Menggunakan jargon-jargon yang disukai tergantung dari publik mana yang dia butuhkan dukungannya. Sekarang selubung itu sudah terbuka. Untuk menang dalam Pilgub Jakarta, Anies mengorbankan prinsip dan ideologi yg dia khotbahkan kepada khalayak dulunya seperti Merajut Tenun Bangsa dan merangkul jargon-jargon baru yang bertolak belakang dengan jargon sebelumnya.
Jadi Tim Sukses Ahok, Nusron di Fitnah
Oleh Muhammad Jawy
Sebagai bukan orang Jakarta dan tidak tinggal di Jakarta, saya tidak ikut mencampuri kepentingan warga DKI dalam Pilkada DKI 2017. Orang Jakarta lebih paham dari saya.
Saya hanya menyayangkan kalau Pilkada DKI 2017 akan menjadi ulangan penyebaran hoax/fitnah yang massif seperti Pilpres 2014. Dan sangat disayangkan kalau orang yang berilmu diam saja melihat penyebaran hoax ini.
Yang sudah kelihatan hoaxnya:








