bupati bogor

Remuk Redam Kemunafikan Diterjang Badai Damai Natal

Mari kita bayangkan seorang kadrunwati yang sepanjang acara terpaksa harus mendengarkan musik dan narasi Natal yang penuh sukacita. Hatinya gundah, harga dirinya remuk redam, mau nekuk muka tidak ada nyali. Akhirnya yang dilakukan hanyalah tatapan kosong tanpa roh kemanusiaan. Jiwasrayanya eh jiwanya merapuh tak tersentuh, hilang terbang menatap kerlap-kerlip lampu Natal yang memenuhi gedung SICC.

Terompet Tahun Baru Bukan Sangkakala, Kadrun!

Gus Dur pernah bilang, kelompok intoleran ini sangat aneh. Saat mereka melihat salib, pohon natal, topi santa, terompet atau simbol agama lain seolah akidahnya akan runtuh. Tapi setiap hari baca Al Qur'an keimanan mereka seakan tidak tersentuh. Inilah yang terjadi di dunia sempit kaum Kadruniyah negeri ini. Keimanan mereka seakan setipis kulit bawang. Tapi emosinya setebal kulit beruang. Apa saja yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran yang diterimanya, mereka langsung bereaksi keras.

Pages