bom samarinda

Trinity, Bocah Korban Bom Samarinda Butuh Operasi

 

Dari ujung kaki hingga leher luka bakar itu membekas. Sebagian wajah juga ikut terkena. Tangan kirinya tidak bisa berfungsi lagi. Luka bakar itu menarik otot kulit lengan dan tangannya. Sulit digerakkan.

Hari-hari pertama sejak dirawat, penderitaan Trinity begitu hebat. Luka bakar itu begitu parah. Panas membakar kulit membuatnya trauma. Ia terus menangis menahan sakit.

Penistaan Agama Lewat Bom Samarinda, Ke Mana Suara FPI?

Oleh : Ekha Rifki Fauzi

Fenomena penistaan agama yang di dengungkan oleh FPI (Front Pembela Islam), ternyata telah mendapatkan dukungan, padahal persoalan itu berbau politik dan SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). Tidak sedikit umat Islam yang terbuai ajakan dari FPI untuk berunjuk rasa menuntut Ahok. Tuntutan atas tuduhan pelecehan agama ternyata dibarengi dengan demontrasi besar-besaran atas nama “Aksi Bela Islam”.

Jihad Orang Sakit Jiwa

Oleh: Sumanto Al Qurtuby
 

Pelaku bom bunuh diri atas masyarakat tak berdosa adalah orang yang menderita sakit jiwa. Hanya orang yang jiwanya sakit yang bangga dan tertawa cengengesan melihat para korban bergelimpangan. Hanya penderita sakit jiwa yang mau mati dengan mematikan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengannya.

Beragama Tanpa Nalar

Oleh: Kajitow Elkayeni

 

Gadis kecil itu barangkali kelak kalau besar akan jadi dokter, guru, atau wakil rakyat. Di negara ini ia bisa menjadi apa saja, jadi presiden sekalipun. Tapi ada beberapa syarat, orang-orang yang kerasukan agama itu harus minggat dari Indonesia. Minoritas dan mayoritas harus memiliki hak yang sama. Demi politik, tak perlu lagi dibodoh-bodohi dengan ayat suci.

Dan yang paling penting dari itu semua, ia harus tetap hidup untuk mewujudkannya.

Teror Bom Samarinda dan Meluasnya Jejaring Kelompok Radikal

Oleh : Muhammad AS Hikam

Teror bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, yang dilakukan residivis bernama Juhanda (J) menunjukkan bahwa aksi dan gerakan radikal di negeri ini masih jauh dari tuntas. Radikalisme, radikalisasi, dan aksi kekerasan berbentuk teror statusnya tetap bahaya yang terang dan hadir, "a clear and present danger", di negeri ini, dan memiliki keterkaitan ideologis dan praktis dengan ideologi transnasional serta kelompok Islam radikal yg selama ini beroperasi di berbagai wilayah, termasuk di ASEAN dan Indonesia.

Maafkan Kami atas Kebiadaban Ini

Oleh: Lilik Hastuti Setyowatiningsih
 

Seorang kawan baik via japri mengirimkan foto anak2 korban bom Samarinda. Saya tahu, ia kirimkan karena tak sanggup menahan marah dan tangisnya. Saya hapus, tak sanggup menyaksikan. Tapi, sekilas sempat terlihat sorot mata anak kecil itu dan perban2 yang membalut tubuhnya. Bermenit-menit hati saya tertikam.

Pages