bintang noor prabowo

Beda Antara Pembenci dan Pencinta

ini murni pendapat pribadi sih, demi melihat para pendukung Ahok, mereka bergerak karena cinta.. cinta Jakarta, cinta Ahok, cinta birokrasi bersih..

tapi tidak banyak terlihat dari pantauan saya orang-orang yang memilih Anies Sandi karena mencintai mereka.. mereka berkumpul satu suara karena tidak suka Ahok.. entah tidak suka ras-nya, suku-nya, agamanya, mulutnya..

Raja Salman Ini Asyik Betul...

Termasuk arab-arab KW yang suka sekali dipanggil habib, padahal embuh.. 
Nggak seperti Prof.Quraish Shihab, yang habaib, tapi menolak disebut Habib..

Jabat tangan Ahok dengan Salman al-Saud seperti menyampaikan pesan bahwa Penjaga Dua Kota Suci, Makkah dan Madinah, tidak punya masalah sama sekali dengan pak Gubernur, Penjaga Kota Ibu (Ibu Kota, biar beda)..

Wahai Rakyatku...

Tapi jangan menghakimi Pepo kejam telah membunuh karir militer Agus ya.. 
Pepo nggak sebodoh itu..

Sadar atau tidak, 4 bulan ini, nama Agus Harimurti Yudhoyono sudah diiklankan habis-habisan dengan dana fantastis ratusan milyar..

Nama AHY sekarang sudah dikenal secara nasional..

Investasi yg cukup "murah" untuk branding nama Agus di tingkat politik nasional.. dalam waktu hanya 4 bulan saja..

Keadilan bagi Kaum Sesat Pikir

Oleh: Bintang Noor Prabowo
 

Adil itu adalah bila diputuskan oleh pengadilan yang sah bahwa seseorang itu bersalah, maka dia dihukum.. 
dan bila diputuskan tidak bersalah, maka dia akan dibebaskan dari segala dakwaan, dan namanya dipulihkan..

orang-orang yang sesat pikir adalah yang sejak awal beranggapan bahwa seseorang itu bersalah, dan hanya akan menganggap pengadilan yang benar bila hakim memutuskan bersalah.. dan akan menuduh hakim berpihak atau diintervensi penguasa bila hakim memutuskan terdakwa tidak bersalah..

Bukan Lomba Goblok-goblokan

Oleh: Bintang Noor Prabowo
 

Ini bukan lomba goblok-goblokan..

Banyak orang yang salah sangka bahwa kehidupan ini adalah lomba goblok-goblokan..

Bahwa yang lebih sedikit gobloknya maka dialah yang benar.. Dialah yang menang..

Sangat keterlaluan membandingkan meninggalnya "hanya" seorang balita di samarinda akibat ulah teroris goblok, dengan meninggalnya (katanya) ribuan warga etnis rohingya di Myanmar..

Pages