Bijak
Bijaklah Menghadapi Kematian Seseorang
Mbak Yenni Wahid
Ini Alasan Islamnya Nusantara Begitu Istimewa
Saya jadi teringat pada sebuah riwayat Sahabat Umar yang pernah "gila" disaat "waras" dihadapan Rasululullah SAW. Pernah suatu ketika dia bercerita sambil tertawa, kemudian menangis tersedu-sedu seperti orang gila disaat beliau sudah memeluk Islam. Apa sebab? Beliau tertawa karena teringat bagaimana saat menciptakan berhala sebagai tuhan yang terbuat dari manisan dan ketika lapar, beliau memakan "tuhan"nya sendiri.
Bicaralah Dengan Benar dan Tepat
Mendiamkan Atau Meneladani?
Selain begitu, kata-kata dan caranya berkata-kata tersebut menunjukkan bahwa dia bukan seorang yang mengerti (alim), bukan orang hebat, apalagi Arif (bijak-bestari). Orang 'alim, yang hebat dan yang 'arif, tidak akan berkata-kata buruk, kasar, menuduh, berdusta, memfitnah dan sejenisnya.
Seorang ulama (Ibn Qayyim al-Jauziyah?) mengatakan ;





