Bhinneka
Akibat Salah Fahami Makna Toleransi
Untuk itu memang tidak mudah. Langkah pertama yang amat berat dilakukan adalah meminimalisir kecurigaan-kecurigaan antar umat beragama. Sudah mafhum bahwa ekspansi agama dalam bentuk apapun pasti menimbulkan riak2 bahkan konflik. Islamisasi dan kristenisasi bisa jadi contoh. Untuk itu sudah lahir aturan main dalam bentuk hukum. Nah, sekarang tinggal usaha-usaha lain dari sisi etik. Analogi dalam aspek keselamatan di sebuah gedung, bila hukum adalah "emergency exit", etik adalah rambu2 keselamatan.
Intoleransi, Mencoreng Muka Sendiri
Sebagai seorang muslim yg sering beribadah di rumah dan sering melihat kantor dan jalanan umum dikadikan tepat ibadah, muncul pertanyaan dalam hati; apakah org2 Islam yg mengrebeg rumah Bante Nurhalim dan bikin kesepakatan itu pernah berpikir dan membayangkan bagaimana kalau rumahnya, tamunya dan kehidupannya selalu diawasi ummat lain agar tdk dipakai ibadah?
Pancasila itu Islam; Upaya melawan Eggi Sujana
ES memang pandai menyimpan (meracik, mengakal-akali) 'keresahan' kelompok Ormas Islam radikal dengan berbalik menyerang Pemerintah dan kelompok Ormas moderat hanya dengan modal kata-kata dan retorika. Saya ingin menegaskan bahwa Pancasila itu adalah Islam, Pancasila itu Konghucu, Pancasila itu Hindu, Pancasila itu Budha, Pancasila itu keberagaman (pluralitas).
Tiada Tunggal Ika Andai Bhinneka Tinggal Duka
Oleh: K. El-Kazhiem
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bisa ditemukan dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular yang ditulis pada abad XIV pada era Kerajaan Majapahit. Mpu Tantular merupakan seorang penganut Buddha Tantrayana, namun merasakan hidup aman dan tentram dalam kerajaan Majapahit yang lebih bernafaskan agama Hindu.




