banjir DKI

Teori Tangkap Hujan Gagal, Banjir Jakarta Semakin Brutal

Sejatinya teori "tangkap hujan" Muslim Muin tidak jelek-jelek amat. Cuma salah waktu saja. Kalau teori Muslim Muin ini diterapkan di Jakarta tahun 1950 saat lahan terbuka umum dan lahan terbuka di pemukiman masih luas, mungkin masih bisa dilakukan. Tapi kalau mau diterapkan sekarang dimana ruang terbuka hijau hanya tinggal 9,98% dan minimnya halaman rumah di pemukiman Jakarta, sepertinya akan ditertawakan ahli hidrologi di seluruh dunia. Dari sosok Muslim Muin kita bisa membaca dengan jelas kualitas anggota TUGPP Jakarta. Memalukan.

Banjir Jakarta Mengontaminasi Politik

Banjir tetap mengepung Ibu Kota sampai Kamis, 2 Januari 2020, kemudian surut secara perlahan. Selain curah hujan yg tinggi, sumbangan air bah dari Bogor menambah tingginya banjir. Demikian banyak daerah yg terendam, bahkan bak tsunami, di kawasan Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi air menyeret mobil dan sepeda motor, bertumpuk dan jelas rusak parah.

Awal Tahun yang Kelabu

Kawasan rumah kami, sejak dulu, sudah terkenal sebagai kawasan banjir. Sering masuk TV pula. Sering ortu saya di Padang khawatir kalau nonton berita TV soal banjir; selalu saja kawasan kami disebut. Tentu kami membeli rumah di blok yang dulu kabarnya tidak kena banjir. Tapi seiring waktu, ya akhirnya kebanjiran juga. Memang sih, banjir belum pernah masuk rumah, meski jalanan sudah menggenang seperti sungai dan rumah di kiri kanan tergenang beberapa senti (tapi pernah terjadi, air meluap dari saluran kamar mandi). 

Pages