Ayat
Tentang Surah An Nisa 108 Dan KPU
Agama Dipertuhankan, Ajaran Tuhan Diabaikan
Rakyat jelata itu hanya korban. Korban dari kebiadaban para penjahat kemanusiaan yang haus tahta dan harta. Sebagian dari mereka bersorban dan berbaju ala timur tengah (bukan islami). Mereka membakar amarah dengan cara seperti layaknya sedang berkotbah. Menukil ayat-ayat perang sambil meradang. Tapi perintah Tuhan yang melarang berbohong dan mengadu domba sesama manusia mereka lupakan seketika.
Respon Pada Ayat - Auto Politik
Agama dan Akal
Anehnya, di zaman akhir ini ada beberapa Ustadz Cap Karbet Label Mie Instan yg seenaknya berfatwa bahwa "Islam itu sumber hukumnya adalah cukup Qur'an dan Hadits bukan Akal" padahal dalam aya-ayat Al-Quran banyak bertebaran yg menunjukkan agar manusia berfikir atau menggunakan akalnya. Bahkan tak jarang yg asal vonis memvonis sesat menyesatkan kepada Imam Al-Asy'ari Rahimahullah dan para pengikut beliau.
Menjadi Jihadis Medsos Ala MCA
Menghajar grup medsos/website produsen hoax, penyebar kebencian seperti ini jauh lebih hemat energi ketimbang harus debat, counter attack, diskusi panas, adu urat dengan para korban hoax, apalagi mengorbankan persaudaraan dan persahabatan. Terlalu sayang... apalagi penyebar hoaks itu sebenarnya adalah korban dari pembuat hoaks. Dosen gaptek, ustadz dan jamaah polos itu hanyalah korban dari ketidaktahuannya. Beritahu dengan sopan, ramah tanpa sedikitpun menyerang wibawanya.
Dua Ayat Al Qur'an yang Sering Dicampakkan Ketika Bermedsos
Yang pertama, adalah ketika menyikapi kabar tidak jelas yang berpotensi fitnah, tetapi jika yang dirugikan adalah pihak yang tidak disukainya, maka ia cenderung menganggap ringan penyebaran berita itu. Apalagi jika kebetulan pihak itu menjadi lawan politiknya. Seolah memfilter berita menjadi sangat tidak penting, karena yang menjadi panglima adalah bagaimana menyerangnya dari segala penjuru. Ia seolah tak peduli dengan ayat yang dulu diturunkan untuk membela 'Aisyah itu, adalah ayat yang melawan perilakunya.
Hati-Hati Pada Ulama Yang Dikit-Dikit Ndalil
Mereka tahu mayoritas umat Islam di Indonesia memang kurang dalam pemahaman atas Al Qur’an dan Hadits. Mengapa? Jelas karena bahasa yang digunakan adalah bahasa dimana Islam diturunkan. Oleh para Ulama-ulama NU, apa yang ada dalam Al Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab sudah diolah dan disampaikan secara sederhana. Sehingga masyarakat awam tinggal menjalankan saja. Mengapa begitu?
Memaknai "Kembali" Ke Al Qur'an dan Hadits
Sedikit Tentang Ibadah dan Bid'ah
Kesalahan dalam memaknai dan mengklasifikasi jenis ibadah dapat menjerumuskan seseorang dalam prilaku mudah membid'ahkan. Dengan dalil yang sama, dia menghukumi banyak kasus yang berbeda. Dimana-mana akan bertanya, apa dalilnya? mana contohnya dari Nabi? dan memvonis haram amalan yang kemudian tidak ada dalil perintahnya dan tidak ada teladannya.










