anti islam

Tetap Bersama Jokowi

Ilustrasi

Mereka, para pembenci Jokowi juga menyerang dengan isu-isu yanh dipahami setengah-setengah, misalnya soal Tenaga Kerja Asing (TKA). Tapi alhamdulillah, Jokowi tetap menghadapi tudingan itu dengan sabar melalui Kementerian Tenaga Kerja. Berkali-kali Pemerintah melakukan klarifikasi tapi toh klarifikasi itu tak sampai membuat para oposisi dan pembencinya reda melakukan tuduhan demi tuduhan. Jokowi juga diserang dengan isu utang luar negeri.

Jika Begitu, HTI Tuding Mesir, Jordania, Turki termasuk Anti Islam?

Ilustrasi

Qadariyyah adalah kelompok di luar mainstrem Umat Islam (Sunni/Aswaja). HTI meyakini sama dengan keyakinan Qadariyyah, bahwa perbuatan seorang hamba yg ikhtiyariyyah (yang ada unsur daya pilih dan ikhtiar di dalamnya) tidak ada kaitannya dengan qadla' (ketentuan Allah). Hal ini disebutkan an-Nabhani, pendiri HT di kitab karyanya yang berjudul asy- Syakhshiyyah al-Islamiyyah.

3 Isu Untuk Serang Jokowi di Pilpres 2019

Ilustrasi

Jateng? 
Jika Ganjar lolos dari kasus E-KTP, rasanya masih sulit menggeser cagub PDIP sekaligus petahana ini. Kalopun Ganjar kena, masih banyak bupati/walikota atau kader PDIP yang akan sanggup memenangkan pilgub Jateng. Saingan dari eks menteri saya rasa masih berat. Apalagi jika si eks menteri dianggap berkinerja jelek saat di kabinet 

Pemerintah Anti Islam?

 

Orang-orang seperti itu, kapan mereka ngomong pemerintah anti Islam? Beberapa hal di antaranya:

1. Kalau ulama mereka kena masalah hukum dan diproses sama pemerintah.
2. Waktu toa masjid akan ditertibkan agar tidak mengganggu satu sama lain.
3. Waktu mereka demo nomor togel hanya karena satu orang yang ngomongnya 'dipelesetkan' oleh mereka sendiri, padahal proses hukumnya waktu itu sedang berjalan.
4. Waktu ada kasus terorisme.

Framing, Saeni, dan FPI

Oleh: Mumu Aloha
 

Framing, agenda setting, angle berita….istilah-istilah teknis-teoritis yang garing dan membosankan ini mendadak berseliweran, masih sebagai buntut atas pemberitaan Kompas TV --yang kemudian menjadi viral di media sosial-- tentang razia warteg di Serang. Dengan mengusung teori-teori itu FPI melabrak Kompas dan menuduh media tersebut telah melakukan sebuah rekayasa pemberitaan untuk memojokkan Islam di bulan Ramadan.

Pages