ani yudhoyono
Takziah Membawa Musibah
Kepergiannya Menyejukkan
Dalam karir politik Pak Sby yg dianggap moncer karena dia presiden dua priode pertama pasca reformasi, sekaligus Sby juga mempunyai cacat hubungan dgn Bu Mega yg katanya mutung dgn Sby saat Sby maju jadi presiden dan menang, Bu Mega menganggap Sby anak durhaka, walau sebenarnya bs diterima, karena kontestasi adalah sebuah hak konstitusi anak bangsa, dan dalam politik sdh biasa. Tapi buat Bu Mega mngkn dihitung lain.
Sebelah Sayap Pak Beye Pun Patah
Indonesia berduka. Dan sudah pasti terlebih keluarga SBY amat sangat berduka dan kehilangan sosok kuat dan roh dalam keluarga. Lepas dari kontroversi seorang Ani Yudhoyono selama ini, harus diakui almarhumah adalah sosok perempuan tangguh yang selalu sigap berdiri di depan melindungi kehormatan keluarganya. Bahkan menurut perkiraan saya beliau adalah roh utama dari kekuatan keluarga SBY. Beliau tidak pernah sedikitpun goyah untuk selalu setia mendampingi SBY dalam kondisi apapun.
Mengenal SBY Sekaligus Bu Ani
Presiden Jokowi Doakan Kesembuhan Ibu Ani
Ibu Ani Sakit Kanker Darah, SBY Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua yang Mendoakan
Salam sejahtera untuk kita semua. Bapak, Ibu, Saudara sekalian yang saya cintai.
Saat ini saya berada di Singapura mendampingi Ibu Ani dalam pengobatan dan perawatan kesehatan di negeri ini. Sejak tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, Ibu Ani menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.
6 Alasan Aneh Pihak SBY Tentang Peminjaman Mobil Dinas Presiden
Keempat, salah satu alasan yang dikemukakan untuk memperingan kesalahan yakni mobil itu sering rusak. Apakah artinya mau berargumen bahwa mantan Presiden mendapat mobil meski mewah tapi bobrok? Kalau memang sering rusak mengapa hingga 2 tahun tidak segera dikembalikan dan disampaikan sewaktu muncul polemik?
Hasrat Langgengkan Dinasti Politik, SBY Capreskan Ani Yudhoyono pada Pilpres 2019
Oleh : Suci Handayani
Ibarat esuk dele, sore tempe atau pagi kedelai, sorenya tempe. Begitulah politikus jika berbicara, alias tidak bisa dipegang bicaranya, tidak bisa dipercaya janji-janjinya. Manakala ia berjanji sesuatu, jangan terkejut kakau dalam hitungan hari, jam bahkan menit bisa berubah. Kenapa? Jangan tanya, itulah politik. Makanya tak salah jika para tetua bilang, siapa juga yang mau percaya dengan politikus.










