anca ursitadinata
Anies Si Smurf Kacamata, Ahok Si Kapten Haddock
Perbedaan dgn manga jepang, komik eropa lebih jujur dan seimbang mengisahkan kronika manusia. Ada relatifitas penokohan di dalamnya. Jagoan bisa menang bisa kalah bergantung pada kesiapan dibandingkan semata bakat. Setiap tokoh adalah setara dalam kekurangannya. Tidak jarang jagoan jadi sumber masalah karena ulahnya yg tidak bijak atau sabar. Penjahat terkadang terdorong jahat karena ada kesempatan, yg uniknya dibuka oleh sang jagoan. Sangat relatif sehingga sebagai pembaca sy diajak simpati pada semua yg tampil dalam komik.
Setelah 212 Lalu Apa?
Oleh: Anca Ursitadinata
Dirikan daulah Islam? Hukum minoritas dgn hukum Islam? Ga ada jelas cerita macam itu. Karena apa yg tampak dari 212 bukanlah perserikatan yg kokoh. Dilandasi tujuan masa depan lebih baik.. Atau itu tadi, mengupayakan daulah Islam.
Dilihat dari motif kumpul, yg sekedar ego dan emosi politis dadakan.. konklusi dari aksi juga malah disumbat oleh jokowi.
Jalan ummat Islam muncul sebagai kekuatan besar hanya sampai di titik menuntut tumbal, bukan membawa kesatuan islam politik yg lebih strategis menuju arah negara islam.
Menolak Pemimpin Kafir Jangan Setengah-Setengah
Oleh: Anca Ursitadinata
Untuk yang menolak pemimpin kapir, semoga situ bisa konsisten melaksanakannya DAN TIDAK PILIH PILIH CUMA di WILAYAH LURAH KADES CAMAT BUPATI GUBERNUR atau PRESIDEN.. yang ironisnya kesemua jenis pemimpin itu sekedar pemimpin administratif di bawah naungan UU yang juga dikapirkan..




