by

Wahabi Salafi Tertuduh Khawarij?

Tapi semua indikator diatas bisa saja salah — pendapat bahwa Wahabi-Salafi sebagai pintu masuk ajaran terorisme tidaklah cukup berdasar. Prof Syafig Mughni menjelaskan: ‘kalau ada teroris berpaham Salafi tidak beratti salafiyah itu teroris tuturnya. Pernyataan dua guru besar ini tak perlu dipertentangkan, keduanya punya otensitas dan perlu banyak pembuktian. 

Menafikkan bahwa kebanyakan terorisme berpaham Wahabi-Salafi juga tidak berdasar sebab realitasnya memang demikian, tapi secara general menyebut bahwa gerakkan Wahabi-Salafi sebagai pintu masuk bagi ajaran terorisme juga berlebihan.’ Mari jujur membaca realitas. 

Ralitasnya terorisme konvesional telah berubah. Wahabi-Salafi hanya sebuah paham klasik dengan banyak varian. ‘Lone Wolf Terrorism’ generasi baru terorisme telah lahir — mereka bukan isis, bukan wahabi, bukan salafi, bukan khawarij, juga bukan jaringan teroris lainnya. Ia lebih lincah dan fleksibel dengan gerakan yang sulit diduga. Ia sendirian tanpa organisasi. Ia bisa saja lebih wahabi lebih salafi dan lebih isis karena organisasi dianggapnya lamban bergerak. 

Zakia Aini salah satunya, Saat itu, di bulan Maret 2021, Ia masuk ke Mabes Polri. Sendirian saja. Lalu Ia membuat gerakan menembak, dengan pistol yang diduga pistol gas dengan peluru bulat dari plastik. 

Polisi pun membalas. Dan “Dor! Dor! Zakiah Aini pun terkapar, tak ada lawan atau musuh. Ia mati mungkin juga syahid sebagaimana ia impikan. 

Secarik kertas ia tuliskan wasiat: bahwa ia sangat mencintai ibunya tapi Allah lebih sayang pada hambaNya. Dan berharap dengan syahidnya ia bisa memberi syafaat bagi keluarganya, ia berwasiat kepada ibunya agar tak berhubungan dengan bank sebab itu riba. Agar ibunya tak lagi aktif di dasa wisma PKK sebab itu membantu penguasa thaghuts. Tak lupa ia juga berwasiat agar keluarga nya tak ikut pemilu sebab mereka akan membuat hukum-hukum tandingan Allah. Diakhir wasiatnya ia tuliskan bahwa: Demokrasi, Pancasila, UUD, Pemilu, menurut Zakiah, adalah ajaran kafir. Itu jelas musyrik. Dengan menjauhi itu, kita semua selamat dari fitnah dunia, kenangnya. 

Ramon Spaiij, seorang doktor sosiologi, peneliti dari Victoria University, di Melborne, Australia. Ia meneliti corak Lone Wolf Terrorism di 15 negara: The Enigma of Lone Wolf Terrorism: An Assessmen. Zakia Aini salah satunya. 

Setidaknja sikap dan wasiat Zakia Aini bisa jadi ilustrasi kelompok mana saja yang punya kemiripan sikap, yang akan menjadi picu atau pintu masuk bagi ajaran radikal ekstrim —setidaknya dianggap memiliki DNA radikal ekstrim yang bisa saja tumbuh bila mendapat asupan gizi dan lingkungan yang cocok. 

Sampai pada perkembangan selanjutnya. Khawarij bukan menunjuk pada seseorang atau kelompok. Jadi khawarij itu bukan Wahabi atau Salafi tapi adalah cara berpikir, cara pandang atau perspektif menganut kebenaran tunggal dan menafikkan perbedaan. Mungkin pula ia merasa sangat disayang dan dirindukan Allah — sebab itu ia ingin cepat berjumpa dan masuk surga dengan cara yang di ingini. Wallahualam 

Sumber : Status Facebook nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed