Oleh : Seno Handoyo Prast
Harusnya sebagai Ormas Islam terbesar di dunia NU bisa melahirkan ustad seleb yang basis ilmunya memadai atau Youtuber2 terkenal dari kalangan anak2 muda NU — tapi kenapa gak bisa? Beda dengan Anak muda, artis2 yang dekat dengan kelompok2 HTI, Wahabi –& Darul Arqom ( Sebuah ormas terlarang di malaysia tapi oleh MUI di biarkan saja tumbuh di Indonesia).
Untuk track record ormas kaya raya yang berhasil kelola dana donasi umat seperti Darul Arqom pembahasanya panjang kita bahas lain waktu termasuk adanya investigasi Tempo 1994 yang mengaitkan Darul Arqam dengan HTI di +62. Mereka Artis2 yang berhasil di dunia per-ustadzan dan per-Yutuban jangan dikira tumbuh besar sendirian tanpa dukungan dari suatu manajemen di belakangnya?
Yang sangat piawai membuat sebuah “Branding Image” yang sangat canggih dan di dukung oleh dna yang cukup besar – kelompok yang Invisible (padahal sih nggak invisible, kliatan jelas tapi dengan rendahnya literasi warga +62 jadi gak kliatan) sebetulnya sudah lama menguasai dunia media yang kerjanya ya mirip2 dgn kelompok “helm putih” yang sangat Hollywood banget.
Jadi kalau anak2 pean pingin jadi ustad atau yutuber sebaiknya langkah awalnya adalah di sekolahkan dulu ke PAUD, TK,SD,SMP yang ada “Terpadunya (IT-nya) kemungkinan jadi ustad seleb atau Youtuber papan atas lebih terbuka. Kita bisa lihat contoh lain dari kerja invisible yaitu btp Dus KH Sugik Nur yang sangat sukses di duniah dakwah cuma karena modal dia belajar debus ?? heran gak??
Sumber : Status Facebook Seno Handoyo Prast











Comment