Oleh : Dwijo Cawa
“PERCAYALAH sebagai penutup, Kalau anda MENZALIMI saya, yang anda lawan adalah TUHAN yang Maha Kuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan satu persatu DIPERMALUKAN, trimakasih,” -Basuki Thahaja Purnama, 31 Januari 2017
Ungkapan itu disampaikan Basuki Thahaja Purnama, pada sidang di 31 Januari 2017. Namun siapa sangka ternyata para tokoh yang dulu benar-benar membenci dirinya sebagai pribadi satu persatu dipanggil tuhan. Dan mereka dipanggil Tuhan dengan melalui sakit terlebih dahulu. Siapa saja mereka? Ada banyak tokoh yang saat itu membenci pribadi Ahok bahkan hanya gara-gara salah ucap, bukannya memaafkan mereka ramai-ramai mendemo secara besar-besaran Basuki Tjahaja Purnama.
Siapa sih yang tak kenal dengan Gerakan 212, sebuah Gerakan politisasi agama bernuansa SARA untuk meluluhlantakkan sang Gubernur DKI Kala itu. Padahal kinerjanya sungguh luar biasa. Meski beretnis tionghoa, non muslim dan bukan asli Jakarta namun cara kerja dan perhatiannya pada masyarakat sangat besar. Saat itu bisa dibilang hanya orang-orang NU secara pribadi memberi dukungan serta mensupportnya. Akhirnya Ahok mendekam di penjara dan kalah dalam Pilkada saat bertarung dengan Anis.
Banyak pihak mengira masalah selesai disitu. Namun ternyata, satu persatu orang-orang yang berada di panggung anti Ahok kini menuai apa yang terlah disampaikannya dulu dipersidangan. Tidak main-main, sudah ada 4 tokoh yang meninggal dengan dilalui kondisi sakit terlebih dahulu.
Arifin Ilham
Dalam sebuah wawancara media, Arifin menjelaskan tentang aksi 212 dan menyatakan tuntutan masih jauh dari rasa keadilan. Pada akhir Desember 2018 Arifin Ilham bercerita kalau dirinya sempat didiagnosis dengan penyakit kanker kelenjar getah bening. Saat itu Arifin Ilham mengatakan kalau dirinya sudah sembuh usai menjalani kemoterapi yang membuat kulit wajahnya menghitam. awal Januari 2019 Arifin Ilham kembali masuk ke rumah sakit hingga akhirnya diterbangkan ke Malaysia. Dan akhirnya 22 Mei 2019 sang pendiri ponpes adz dzikra menghembuskan nafas terakhir
Soni Eranata
Nama ini tidak begitu dikenal namun lebih sering disebut dengan Maheer Thuwailibi. Dia salah satu orang yang dianggap sebagai salah satu ustadz di kelompok 212. Bahkan sangat bersyukur Ketika ahok tumbang. Ia ditangkap pada 3 Desember 2020 dan ditahan sejak 4 Desember 2020. Dasar penangkapan terhadap Maaher adalah laporan bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tanggal 27 November 2020. Maaher sudah sempat dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur beberapa waktu lalu dan setelahnya dibawa kembali ke rutan. Namun, Polri enggan membeberkan soal penyakit yang diderita Maaher. Polisi hanya menyebut penyakit yang diderita Maaher sensitif untuk diungkapkan ke publik. Dia khawatir akan mencoreng nama baik keluarga Maaher sendiri. Pada tanggal 8 februari 2021 akhirnya Maheer menghembuskan nafas terakhirnya..
Tengku Zulkarnain
Dia adalah Wakil sekjen MUI yang kerap diundang oleh media massa dalam kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Namun siapa sangka, Tengku Zulkarnain meninggal dunia setelah sepekan dirawat di RS Tabrani Pekanbaru Riau dikarenakan covid 19. Meski sempat stabil namun drop Kembali dan wafat.
Abraham Lunggana
Ketua DPW PPP ini Bernama asli H Abraham Lunggana namun lebih dikenal dengan haji lulung. Dia termasuk salah satu orang yang getol bermusuhan Ketika Ahok menjabat gubernur. Komentar pedasnya tersebar diberbagai media massa hingga elektronik. Haji Lulung meninggal dunia karena sakit jantung dan sempat dirawat selama 3 hari dirumah sakit.
Siapapun yang hidup memang dipastikan akan mati. Mungkin beberapa orang tidak percaya meninggalnya 4 orang itu tidak berkaitan dengan ucapan Ahok. Namun yang jadi pertanyaan, mengapa mereka semua melewati sakit terlebih dahulu? Bahkan sakitnya lebih dari 3 hari. Tidak adakah yang wafat saat tidur pulas, saat membaca Al Qur;an, sewaktu mengambil wudlu dan lain sebagainya? Dan adakah salahnya bila tokoh lain berinisiatif meminta maaf kepada Ahok sebelum hal yang sama terjadi padanya?
Kita tidak pernah tahu suratan Tuhan kita bakal meninggal seperti apa, namun tidak ada salahnya membersihkan dosa kita terutama pada manusia dengan cara meminta maaf. Toh Ahok bukan orang yang pendendam dan suka bermusuhan. Buktinya kepada keempat orang itu Ahok juga mengucap bela sungkawa serta mendoakan kebaikan pada mereka. Tidakkah ajaran Islam mengajarkan untuk meminta maaf? Atau anda sendiri ingin membuktikan bahwa ucapan Ahok benar-benar bertuah?











Comment