Oleh : Gunadi
Sebagai warga DKI gue sangat bersyukur jika akhirnya pembangunan stadion Jakarta Internasional Stadium(Dulu rencananya bernama Stadion BMW) ini terwujud. Tetapi statement dari Anies yg menyatakan bahwa stadion JIS ini bukan Hadiah Perusahaan, Tapi dari Pajak Rakyat Jakarta, adalah bentuk PENYIMPANGAN INFORMASI. Sebenarnya arsitektur stadion JIS sudah jadi sejak 2009 lalu. Saat itu, ikatan arsitek Indonesia-Jakarta dengan Dinas Olahraga Pemprov DKI mengadakan sayembara pembuatan rancangan stadion pengganti stadion Lebak Bulus dan juga Stadion Menteng yang diubah menjadi Stasiun MRT dan juga sebuah taman. Sayembara tsb akhirnya dimenangkan oleh Tiyok Prasetyoadi.
Proyek ini memiliki sejarah panjang dan melibatkan 5 gubernur : Sutiyoso – Fauzi Bowo – Jokowi – Ahok – Djarot – dan terakhir Anies Baswedan. Seperti disebut di atas, Jakarta Internasional Stadion atau yg bekennya disebut JIS merupakan sebuah stadion awal yg direncanakan bernama stadion BMW. Siapa yg menggagas pertama kali? Awalnya stadion BMW tsb didirikan krn stadion Lebak Bulus sblmnya akan digunakan utk fasilitas Depo Terminal Akhir MRT. Ditarik lebih jauh, saat stadion milik pengprov DKI dijadikan sebuah Taman oleh Sutiyoso 14 tahun yang lalu, atau tepatnya 26 Juli 2006, Stadion Menteng yang merupakan bangunan bersejarah bagi klub ibu kota Persija Jakarta, digusur oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Stadion tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi taman kota yang kini dikenal dengan nama Taman Menteng. Sebaga gantinya, Pengprov DKI mendapat ganti lahan di Sunter – tempat berdirinya Stadion JIS sekarang. Lalu kenapa pembangunan stadion pengganti terkatung2 lama? Ternyata lahan yg diberikan tersebut bermasalah, ada sedikitnya 7 pengembang besar & bbrp individu yg mengklaim bahwa tanah tsb adalah milik mereka. Sementara Persija jakarta menggunakan stadion Lebak Bulus sebagai kandang sementara mrk sembari nunggu pembangunan stadion di sunter tsb.
Di jaman Foke, krn lahan utk stadion ini terkendala krn sebuah klaim, menyita waktu bertahun2 tanpa penyelesaian di pengadilan. Namun akhirnya sengketa tsb dimenangkan oleh pemprov DKI melalui kasasi di MA di jaman Jokowi menjadi gubernur DKI. Apakah sudah bisa langsung dibangun? Tidak. Gubernur Ahok kemudian melanjutkan proses dgn mensertifikasi lahan yg akan dibangun stadion tsb sehingga mempunyai kekuatan tetap sebagai milik Pengprov DKI, dan selesai sekitar tahun 2018. Setelah carut marut persengketaan masalah lahan selesai, pada perkembangan selanjutnya stadion BMW berubah nama menjadi JIS di jaman Anies jadi Gubernur. Target rencana anggaran pembangunan Rp. 1,3 T berubah menjadi Rp. 4,4 T. Keren ya?
Setelah Anies menjabat, dia menambah design stadion dengan penggunaan atap buka – tutup, dan pembangunan JIS yg di rencanakan tsb mulai mengalami mslh pendanaan ditahun 2020. Di tahun 2020, di saat pandemi melanda negeri, melalui Kementrian Keuangan, Pemerintah Pusat mulai menggelontorkan program PEN(Pemulihan Ekonomi Nasional) agar proyek2 strategis didaerah tdk mangkrak, juga salah satunya termasuk di DKI jakarta. Penggelontoran dana oleh pemerintah pusat tsb, diterangkan bhw proyek2 strategis yg mengggunakan dana pinjaman lunak PEN di Jakarta tsb adalah :
1. Rp. 3,26 T digunakan utk peningkatan infrastruktur pengendalian banjir
2. peningkatan infrastruktur pelayanan air minum.
3. Peningkatan infrstruktur pengelolaan sampah.
4. Peningkatan infrastruktur transportasi.
5. Kegiatan transportasi digital dgn proyek pengembangan dan pengelolaan provinsi cerdas dan kota cerdas.
6. Revitaliasasi TIM dan pembangunan JIS
Dana yg didapat dari PEN utk DKI sebesar Rp. 12,5 T dgn kucuran awal ditahun 2020 sebesar Rp 3, 26 T. Sedangkan JIS memerlukan dana pembangunan sebesar Rp. 4,4 T dan dana pembangunan awal sebesar Rp. 1,182 T didapatkan dr kucuran awal dana PEN sebesar Rp. 3,26 T. Pengerjaan stadion JIS ini dilakukan oleh konsorsium Pt. Wijaya Karya Bangunan GedungPT Wijaya Karya Bangunan Gedung merupakan anak perusahaan dr Pt. Wijaya karya atau disingkat WIKA.
PT. WIKA merupakan perusahaan BUMN yg dimiliki oleh pemerintah. Sedangkan dana PEN merupakan pinjaman lunak dr pemerintah dgn jangka pengembalian 8 tahun dan 0% bunga berdasarkan peraturan menteri keuangan no.179/PMK.07/2020 yg diteken menkeu pada tggl 11 november 2020. Kurang baik apalagi coba pemerintah pusat di bawah pak Jokowi ke DKI jakarta?Padahal terhitung thn 2022 Anies sdh tdk menjabat lg gubernur DKI tapi pinjaman dana PEN msh hrs dilunasi oleh gubernur selanjutnya.
Bila proyek2 yg menggunakan dana PEN tdk dikelola dgn baik, maka di kemudian hari jika terjadi masalah, seperti kelebihan bayar misalnya, seperti biasanya Anies akan lepas tangan krn saat itu dia sdh tidak menjabat sbg gubernur DKI.Jadi kesimpulannya, Anies tidak bisa mengatakan bahwa pembangunan stadion JIS tsb dibangun hanya melalui pajak warga Jakarta, karena faktanya sebagian dana yg digunakan adalah pinjaman dana pinjaman lunak PEN(Pemulihan Ekonomi Negara) yg notabene berasal dari APBN (baca : Pemerintah Pusat)
Sumber : Status Facebook Gunadi











Comment