by

Terkuak, HTI Masih Bergerilya di Demo Mahasiswa Kemarin

Oleh : Musrifah Ringgo

Rupanya Hizbut Tahrir Indonesia belum benar-benar musnah dari muka bumi pertiwi meskipun keberadaannya sudah dinyatakan terlarang. Buktinya tersebar video di berbagai aplikasi, mereka masih membagikan selebaran tentang isu khilafah. Bahkan selebaran dibagikan disaat aksi demo mahasiswa di depan gedung DPR. HTI memang benar-benar sudah mengancam penuh keutuhan NKRI. Jadi sejatinya bukan komunisme, China, pro asing yang membahayakan negara ini. Tetapi isu-isu perpecahan bangsa dengan dalih agama.

Tampak yang membagikan selebaran itu adalah organisasi kepemudaan Gema Pembebasan. Ya Gema Pembebasan merupakan underbow HTI seperti layaknya KAMMI disinyalir milik PKS, GMNI milik PDIP, PMII milik PKB dan lain sebagainya. Kampanye tentang khilafah masih terus mereka lakukan ditempat-tempat terbuka. Merekalah sejatinya mau merusak Indonesia dengan kedok Islam. Ini yang tidak banyak disadari oleh banyak orang Islam.

Dalam selebaran itu tertulis demokrasi sudah usang, suara kebenaran terus tertawan, dikuasai oligarki dan tentu saja terapkan sistem syariah khilafah. Wajar saja mereka masih terus menerus bergerilya berupaya bangkit. Toh dulu hampir sama dengan FPI, yang dilarang hanya organisasinya namun orang-orang yang terakhir memegang jabatan sama sekali tidak dihukum. Jangankan dihukum, dijadikan tersangka saja tidak. Akibatnya mereka dengan bebas berkeliaran kesana kemari menyusun kekuatan untuk membalas. Pemerintah kita memang kelewat sangat manusiawi dan membiarkan serigala-serigala itu tinggal bersama dengan domba-domba gemuk.

Keributan di medsos, group alumni, group keluarga, group pengajian, dan masih banyak lagi bakal makin panjang. Sebab kelompok-kelompok itu paling massif menginfiltrasi dan mencuci otak orang-orang yang mudah dihasut dan diseret dalam aktivitas dakwah, ibadah serta surga. Mereka itu sejatinya hanya memuaskan dahaga saja. Tegukan minum ditengahnya terik matahari cuma fatamorgana yang sejatinya tidak pernah menenangkan batin dan jiwa mereka.

Sebab tujuan-tujuan kelompok itu hanya sebatas memenuhi apa saja yang tertulis di syariat. Jika semua yang di syariat itu dilakukan maka mereka merasa sudah paling hebat beragama. Maka layaklah mereka menyebut diri mereka alim alamah. Dan mereka seakan-akan diserahi malaikat berupa stempel bid;ah, tahayul, syirik, musyrik, dosa, neraka, jahanam, sesat, kafir dan lain sebagainya. Mereka merasa aman dan imun pada api neraka. Waspadalah dan jangan lenakan diri pada gerakan-gerakan yang sejatinya malah merusak keIslaman mereka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed