Oleh : Mimi Hilzah
Sebagai penjual saya melayani banyak orang. Tidak peduli latar belakangnya apa, apa kepercayaannya, punya istri berapa, bagaimana mereka menjalani hidup dst dst… Berdagang adalah kerja muamalah. Berhubungan dengan manusia, berusaha membantu menyelesaikan masalah, melayani dengan sebaik-baik kemampuan, bersikap baik dan beradab, ditukar dengan nilai pembayaran yang layak. Menyelesaikan akad dengan baik.
Bahkan pelanggan cerewet dan merepotkan sekalipun insya Allah saya layani dengan kesabaran hampir setingkat dewa. Toh tanpa mereka saya belum tentu tahu ternyata saya bisa lebih sabar dan mengerti banyak macam karakter dan kebutuhan manusia lain asal saya mau melapangkan hati dan pikiran. Ada yang rewel memang karena pembawaan sifatnya, ada yang cerewet tapi baik hati sangat. Ada yang menawar kejam, tapi memang karena keterbatasan uang yang mereka miliki.
Saya terus belajar mengerti. Tapi ada satu macam manusia yang tidak sudi saya mengerti. Bahkan jika mereka ini adalah pelanggan. Mereka yang menampilkan diri sangat taat beragama tapi tidak segan-segan mengolok-olok dan merendahkan pilihan agama orang lain. Agama yang kalian pikir membuat kalian menjadi manusia istimewa ternyata tidak berhasil menjadi petunjuk yang baik untuk diri kalian sendiri.
Sumber : Status Facebook Mimi Hilzah











Comment