by

Stephen Hawking Masuk Surga

Oleh : Jody Ananda

Arwah Stephen Hawking, maha fisikawan abad 20, masuk ke pengadilan akhirat diantar oleh malaikat Jibril.”Lho, Bril.. Tuhan itu ada ya ternyata…”, kata Hawking. Jibril cuman cengengesan. “Trus, ana masuk surga apa neraka nih?”, tanya fisikawan itu. “Sabar, entu bukan urusan ane, bro.. Kalau Tuhan mah, suka-suka DIA.. “Di mahkamah akhirat, Tuhan ternyata memutuskan bahwa Hawking masuk surga. “Menimbang..dst… memperhatikan..dst,.. memutuskan bahwa yang bernama STEPHEN HAWKING masuk surga…”, kata malaikat panitera membacakan SK akhirat.

Arwah seorang ustad yang menjadi penonton, nampak protes mengacungkan tangan. “Ana frotes keras, Yang Mulia.. Fisikawan kapir keparat ini bukan saja tak percaya adanya antum sebagai Tuhan, dia juga tidak menjalankan ajaran agama. Bahkan, dia juga belum DISUNAT. Seharusnya, dia sudah masuk dalam neraka!”, teriak sang ustad berorasi.

Para malaikat hening. Kemudian terdengar suara tanpa rupa, menggema ke seluruh semesta. “Stephen Hawking ini mencari-Ku, namun belum menemukan AKU. Ia menghitung bahwa semesta punya awal, dan juga punya akhir. Hamba-hamba-Ku yang beriman menjadi lebih beriman, karena kiamat bukan lagi sebuah ilusi, namun hal yang pasti secara sains. Dengan konsep multiverse (semesta banyak), hamba-hamba-Ku yang nyaris kafir, menjadi tambah beriman akan salah satu sifat-Ku yang meliputi segala sesuatu”.

Arwah ustad tampak garuk-garuk kepala. Suara itu berkata lagi, “Sedangkan engkau, ustad… Ajaranmu membuat pengikutmu membenci sesama manusia. Kau sebar kebencian dan hoax, sambil tertawa jumawa. Kau bungkus yang bathil, dengan agama. Bukankah AKU, Maha Tahu atas segala hal, ustad?” “Eh, iya lah..”, jawab arwah ustad cengar cengir.”Selain Maha Tahu, apalagi sifat-Ku yang absolut bagimu, ustad…?”

“Ah, tentu.. Sebagai Tuhan, antum tidak ditanya tentang apa yang diperbuat. Itu bagian awak lah sebagai manusia…”, jawab ustad sambil tersenyum manis.”Bagus. Jibril, Campakkan ustad ini ke neraka!”Di pojokan, Stephen Hawking berucap lirih, “Ngalkamdulillah…” #Satire#Spiritual#Tasawuf

Sumber : Status Facebook Jody Ananda

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed