by

Perspektif Perlindungan Korban Kekerasan Seksual

Oleh: Santi Indra Astuti

Banyak yang bertanya, mengapa kasus sudah diketahui berbulan2 lalu, tetapi baru diberitakan media sekarang. Kemudian muncul beragam prasangka: oh ini pasti kongkalikong aparat, oh karena melindungi agama tertentu yang mayoritas, oh ini nggak mau reputasi abc tercemar.

Padahal, bagi saya alasannya jelas: PERLINDUNGAN KORBAN! Mengekspos kasus kekerasan seksual, apalagi melibatkan anak2 di bawah umur, beresiko membahayakan well-being mereka, yang sedang terguncang lahir batin.

Lho, tapi kalau nggak diekspos, nanti bagaimana publik tahu apakah kasusnya berjalan terus atau tidak? Bagaimana jika perlindungan korban dijadikan dalih untuk membekukan kasus? Kalau nggak diekspos, bagaimana publik belajar dari kasus ini?
Ini standpoint saya.

Pertama, ekspos di media massa beda dengan penanganan kasus. Tidak diekspos di media karena menimbang prinsip perlindungan korban, TIDAK BERARTI PENANGANAN KASUSNYA JALAN DI TEMPAT. Ada banyak cara untuk mengawal kasus ini tanpa mengorbankan korban dg ekspos di media.

Kedua, perlindungan korban harus diutamakan di atas segalanya. Perlindungan korban dijadikan alasan membekukan kasus? Saya sama marahnya dengan publik dan menentang ini. Perlindungan korban dijadikan alasan untuk tidak mengekspos? Itu harus! Semarah2nya kita, perlindungan korban nomor satu.

Masih ingat Reynhard Sinaga? Butuh waktu 2 tahun untuk mengungkap kasus dan mengeksposnya pada publik. Selain karena kompleksitas kasusnya, juga karena aparat berhadapan dengan rambu2 perlindungan korban, yang WAJIB DIHORMATI.

Tiga, lantas, bagaimana publik bisa belajar dari kasus ini kalau tidak diekspos? Jawabannya adalah EDUKASI. Bukan dengan mengekspos atau memaksa untuk mengekspos dengan dalih agar publik bisa belajar dari kasus ini. Banyak cara kok untuk raising awareness. Kampanye, advokasi, dan lain2. Tetapi, sekali lagi, tidak dengan main ekspos dan menuduh ada kepentingan nananini ketika ada pembatasan atau penundaan ekspos.

Masih banyak yang belum memahami pentingnya perspektif perlindungan korban dalam mengekspos kasus kekerasan seksual di media massa. Ya medianya, ya publik. Mari sama2 belajar. Dan mari sama2 kawal kasus ini.

Peluk saya untuk anakku, para korban. Kalian tetap seindah mawar, di manapun tumbuhnya. Semoga terus dikuatkan, dan segera pulih untuk masa depan yang lebih baik.

(Sumber: Facebook Santi IA)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed