by

Pengikut Wahabi Di Doktrin Menutup Diri Selain Ulama Mereka

Oleh : Mamat Mamat

Pengikut W4H4B1, mereka sudah didoktrin untuk menutup diri, tidak membaca tulisan dan mendengar ceramah, dari yang berbeda dengan mereka. Doktrinasi kebenaran tunggal, yaitu kebenaran mereka saja. Mereka didoktrin untuk hanya mengambil reverensi dari satu sumber saja, yaitu ulama yang mengikuti Muhammad bin Abdul Wahab saja, jangan dari selainnya. Maka tak heran ustaz-ustaz mereka ketika menyampaikan sebuah hukum hanya mengangkat pendapat-pendapat ulama yang sependapat dengan mereka saja.

Tidak pernah mengangkat pendapat-pendapat ulama lain yang berpendapat beda. Karena bagi mereka menyelisihi pendapat mereka adalah kesalahan dan bahkan kesesatan. Andai pun mengangkat pendapat yang lain itu dalam rangka menyalahkan dan mensesatkan, bukan dalam rangka memberikan opsi lain. Istilah “ikhtilaf”, bagi mereka hanya ada jika ikhtilaf tersebut berada di kalangan antar ulama sesama W4H4B1 saja. Sedangkan jika ikhtilaf itu terjadi antar ulama W4H4B1 dengan non W4H4B1 maka bukan ikhtilaf lagi namanya tetapi berubah istilahnya menjadi “benar” dan “salah”, “selamat” dan “sesat”.

Tanpa sadar nalar analisis mereka telah dibekukan. Maka jangan harap mereka membaca tulisan dan menyimak kajian ulama kita.Lain ulama W4H4B1, lain pula ulama Ahlussunnah. Para ulama Ahlussunnah sudah sejak jaman salaf, seperti ulama Madzhab, mencontohkan dalam setiap kitab mereka yang menjadi bahan pelajaran standar (kitab madrasi, bukan kitab muqaranah). Mereka bisa menulis begini:”Hukum hal ini haram, beda dengan Imam Fulan yang menganggapnya makruh”. Atau “Hukum hal ini wajib, beda dengan Imam Fulan yang menganggapnya tidak wajib” Sudah memutuskan A bahkan lengkap dengan dalilnya lalu dengan santai menulis pendapat B dari tokoh lain. Bahkan kadang sudah bilang bahwa yang muktamad adalah hukum D, eh masih juga menukil “qila”, konon hukumnya F yang merupakan pendapat lemah tanpa ada sanggahan yang mematikan.

Kayak gak ada berat-beratnya menampilkan pendapat yang berseberangan dengan dirinya sendiri. Kayaknya mereka juga tidak berkeinginan agar pendapatnya saja yang diikuti dan dirujuk pembaca. Artinya ego mereka benar-benar tunduk di depan sikap ilmiah.Kalau pakai ego, ya bisa seperti ulama W4H4B1 itu. Misal mereka bilang ini hukumnya haram, dosa, eh ada ulama lain yang bilang tidak tidak haram, tidak dosa. Maka diserang lah! Seolah ada yang menghalalkan keharaman atau membuka pintu menuju keharaman. Pokoknya tiada ampun bagi yang berbeda. Untungnya ulama-ulama panutan kita tidak egois seperti ulama W4H4B1. 😁

Sumber : Status Facebook Mamat Mamat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed