Oleh: Ramadhan Syukur
BELAKANGAN ini gue baru menyadari, guru-guru agama di Indonesia yang ngelotok ilmu agamanya, sejuk ucapannya dan baik perilakunya, ternyata gak tertarik bergamis, berowokan, jenggotan, dan jidatnya gak item. Mereka lebih senang berbusana Indonesia, bersih air mukanya, manis senyumnya, dan kalo berkata-kata santun tutur bahasanya.
Guru-guru agama yang baik, termasuk bapak gue, biasanya lebih suka menghindar ngomongin surga dan neraka. Mereka lebih fokus memberi tuntunan bagaimana menjadi orang baik dan berguna buat sesama manusia.
Pesan sederhana dan tersirat dari para guru-guru agama bermutu yang masuk ke otak gue, “andai surga dan neraka nanti gak ada, ya gak apa-apa. Gak ada ruginya jadi manusia baik.”
Guru-guru agama yang baik, sangat menghormati wanita, sependek yang gue ingat gak pernah ngebahas bidadari di surga, jauh dari mengulas soal seks di dunia apalagi seks di akhirat sana. Karena Tuhan memang bukan gigolo atau mucikari yang menyediakan segala kesenangan duniawi manusia dengan janji lebih dahsyat di alam sana.
Jadi kalo belakangan ini ada youtuber atau seleb medsos yang mengaku ustad, tampil bergamis lengkap dengan brewok dekil, jidat gosong, wajah kusam, ngomongnya seputar selangkangan dan selingkungan, lengkap dengan khayalan surga sesuai selera rendahnya nongol di laman gue, pasti gue hapus.
Untuk urusan yang satu itu, gue bakal lebih kejam dari Mat Juki yang lagi kesel karena bisnis metaversenya rugi 143 T.
Pokoknya segala berita/foto postingan ustad gak mutu dan unfaedah itu bakal gue delete dari halaman gue. Yang ngefans sama orangnya, selesai sudah kita sebagai teman. Blokir.
Begitu juga dengan media yang rajin menampilkan youtuber berkedok ustad itu demi klik bait, pasti gue blokir.
Guru-guru agama yang baik akan membuatmu bahagia dalam beragama dan berguna sebagai manusia. Bukan malah membuatmu tersiksa dan jadi jahat pada sesama.
Makanya, gue lebih suka belajar dan berguru kepada siapa pun yang selalu mengajak ke arah kebaikan. Gak peduli wanita, berapa pun umurnya, apa pun bangsa dan agamanya.
Ramadhan Syukur
Foto: Contoh guru agama Indonesia yang ngelotok ilmu agamanya, sederhana hidupnya, halus tutur katanya, klimis wajahnya, dan cinta pakaian Indonesia.
(Sumber: Facebook Ramadhan Syukur)











Comment