Oleh: Kend Subiakto
Kalau liat AR dan DS ini bak pinang keinjak kuda, bledes gak karuan bentuk.
Ibarat tim sirkus keliling, mereka ini bagian yg loncat2 gak pernah berhenti kecuali pas dikasi makan.
Liatlah prilakunya membuat kita yg waras selalu was2.
Keduanya pernah jadi ketum Muhammadiyah. Pernah menduduki jabatan mentereng di perpolitikan Indonesia, mungkin dgn itu mereka pikir presiden adalah jabatan pantas berikutnya. Sayang mata hati rakyat Indonesia belum buta semua, walau ada yg katarak sebagian.
Mereka berdua mendeklarasikan partai, namanya bagus2, Partai Umat dan Pelita. Sayang sudah ketebak duluan, keduanya partai akal2an yg gak jelas tujuannya.
Selalu memakai nama yg bombastis, nyerempet rakyat, padahal rakyat cuma di peralat. Ingat waktu deklarasi KAMI di TIM, gak lama anggotanya dilucuti karena ditengarai mau makar.
Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia, mereka pikir Indonesia mau tenggelam, shg perlu diselamatkan. Yg tenggelam kan mereka2 yg murka dgn Jokowi, sementara Jokowi makin hari makin disenangi rakyatnya.
Baru saja di rilis survey terbaru kepuasan rakyat atas kinerja Jokowi mencapai 73%. Kalau mau rebutan pie tinggal 1/4 sisanya berhimpitan dan cakar2an, karena bagian besarnya sudah dikuasai Jokowi.
Namanya partai umat, Umat yg mana, namanya partai Pelita yg mau di terangi siapa. Wong sekarang sudah jadi umatnya Jokowi dan terang benderang tak butuh pelita. Bagaimana mau menerangi kalau dia sendiri gelap tak mampu melihat dirinya.
Siapa yg memberi terang harus berani terbakar, itulah yg dilakukan Jokowi saat ini. Dia korbankan dirinya dari urusan dunia, hidup di tengah caci maki dan fitnah yg dia mamah dalam kesehariannya hanya demi bangsa dan negaranya. Luar biasa.
Hadirnya Jokowi sebagai pemimpin nasional menjungkir balikkan orang2 yg selama ini hanya berteori ttg negeri sambil mencuri. Hadirnya Jokowi memberi pelajaran bagi yg punya pikiran terbuka bahwa kebaikan itu ada pada dirinya, dialah tauladan yg tidak butuh sanjungan. Dialah junjungan yg tak pernah butuh pujian yg berlebihan.
Partai2 baru dgn flatform yg hampir sama karena mereka ada hanya niat berkuasa, makanya seharusnya partai lah yg butuh Jokowi bukan sebaliknya, jadi kalau PDIP gede rasa dia akan menyesal sepanjang masa.
Mau partai apa saja tak ada guna2 karena orangnya ya itu2 saja, dan sudah ketebak apa maunya.
Kita tunggu Jokowi kalau tidak bisa 3x, dia harus jadi king maker agar Indonesia tetap terjaga dari gangguan makhluk angker.
Jangan mau disebut umat dan dikasi pelita, karena ujung2nya kita yg dilumat, mereka yg poya2.
(Sumber: Facebook Kend Subiakto)











Comment