by

Pangkat Polisi

Oleh : Efron Bayern

Untuk membuat polisi tidak militeristik diubahlah penyebutan pangkat. Kelompok sersan menjadi brigadir. Sersan mayor disebut brigadir polisi kepala (bripka). Kelompok letnan menjadi inspektur. Letnan dua disebut inspektur polisi dua (ipda). Kelompok pamen dengan patokan mayor diubah menjadi komisaris. Letnan kolonel disebut ajun komisaris besar polisi (AKBP).

Jika bripka singkatan dari brigadir polisi kepala, ipda singkatan dari inspektur polisi dua, mengapa letkol tidak disebut AKPB atau ajun komisaris polisi besar? Jika letnan = inspektur dan mayor = komisaris, mengapa mayor jenderal menjadi inspektur jenderal dan letnan jenderal menjadi komisaris jenderal?Di kementerian ada lembaga bernama inspektorat jenderal (itjen) yang setingkat dengan direktorat jenderal. Kepala itjen disebut Inspektur Jenderal atau Irjen. Di TNI juga ada inspektorat jenderal dengan irjennya dijabat oleh pati bintang tiga. Kepolisian mbingungi sendiri. Berhubung pangkat irjen di kepolisian adalah pati bintang dua, sedang kepala inspektorat jenderalnya dijabat oleh pati bintang tiga, maka lembaga inspektorat jenderalnya diberi nama inspektorat pengawasan umum atau Itwasum.

Penamaan Itwasum ini membawa implikasi. Inspektorat adalah wadah atau badan inspeksi. Inspeksi bersinonim dengan pengawasan (Tesamoko, hlm. 273). Menyebut inspektorat pengawasan sama seperti menyebut sundulan kepala, pasangan ganda (dalam bulutangkis), tendangan kaki, disebabkan karena, dlsb. Memang ada sundulan kaki?Tampaknya penamaan Itwasum untuk menghindari nama Itjen, karena Itjen dipimpin oleh Irjen. Dalam pada itu Irjen Pol adalah pangkat untuk pati bintang dua.

Kalau itu masalahnya, ubah saja dengan nama inspektorat umum, karena jenderal dalam inspektorat jenderal di sini memang berarti umum tanpa perlu kata pengawasan. Sebenarnya kalau pangkat pati polisi panggah mengikuti perubahan nama dari letnan ke inspektur, maka Irjen Pol setara dengan Letjen TNI sehingga pangkat Irjen Pol klik dengan jabatan Irjen POLRI. Perubahan sebutan pangkat di POLRI tampaknya dibuat tergesa-gesa. Presiden Gus Dur waktu itu memang memberi perintah untuk mengubah sebutan pangkat POLRI. Waktu itu (Juni – Desember 2000) kapten disebut senior inspektur, mayor disebut asisten superintenden, letkol disebut superintenden, kolonel disebut senior superintenden. Pada 2001 berubah lagi seperti yang digunakan saat ini.

MDS

Sumber : Status Facebook Efron Bayern

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed