by

Nipu Diganti Pahala Bacaan Qur’an

Oleh : Zahrotur Riyad

Jadi ini ceritanya ada teman di FB, beliau ini usaha butik yang memang lumayan besar.Beliau juga seorang yg sangat baik sehingga mudah percaya kepada para customernya. Salah satu customernya orang Jember, bergelar ustadzah, postingan status-statusnya isinya segala jenis tausiah yg bisa ditausiahkan. Namanya Ustadzah Shofiyana.. (Semua akun FB dan IG nya non aktif) Shofiyana ini awalnya customer trus jadi reseller.

Selama jadi reseller terhitung sejak 2019 sampai 2021 kemarin dia telah menipu Mbak Diana ini sejumlah 53 juta dg selalu mengirim bukti transfer palsu yg kemudian baru disadari diakhir2. Setelah ketahuan menipu, kemudian berjanji untuk melunasi. Dari 53 juta yg dia menipu, terbayar sekitar 11 juta itupun setelah menarik barang yg dia ambil. Masih 42 juta yg dia belum bayar kepada Mb Diana. Hal menarik yang terjadi disini adalah… Dia yang menipu, dia pula yang menasehati Mbak Diana dg ayat-ayat Al Quran.

Salah satunya yg diceritakan Mb Diana dalam statusnya ini. Bahwa dia tidak bisa membayar 42 juta yg dia menipu dari Mb Diana dg uang, bisanya membayar adalah dg membaca Al.Quran dan seluruh pahala yang dia punya akan dia berikan semua ke Mb Diana. Ini fenomena menarik yang terjadi akhir-akhir ini selain solat di Monas dan di jalan dan selain juga ngaji beramai-ramai dipinggir jalan Malioboro. Kenapa menarik???

1. Orang-orang seperti ini sudah berbuat jahat dan kriminal yaitu menipu tapi tidak merasa bahwa dia telah melakukan kejahatan dan malah sebagai pelaku kejahatan dia malah mbacot dan ndobos memakai ayat-ayat Al Quran untuk melindungi dan melegitimasi perbuatannya.

2. Orang-orang ini sebagai pelaku kejahatan malah bertindak seakan-akan dia yg nenhadi korban, playing victim.

3. Orang-orang ini tidak merasa bersalah atas kejahatannya karena dia merasa sebagai orang yg taat beribadah kepada Alloh.

4. Orang-orang ini meminta dan menginginkan agar orang memaklumi dan mengizinkan dia melakukan itu semua karena dia mengklaim dirinya sbg orang yg taat beribadah dan rajin memgaji. Poin yang paling penting disini adalah

5. Dia sangat yakin bahwa dirinya itu suci mulia tiada tara dan ahli surga.Kejahatan yg dia lakukan itu ndak papa..

6. Bahkan bisa dibaca distatus Mb Diana, dia mengklaim bisa membayar bukan dg uang tapi dg bacaan Al Quran dan seluruh pahala yg dia punya. Yakin sekali bahwa dia punya pahala setelah semua hal yg dia lakukan yaitu melakukan penipuan dg sengaja dan berkali-kali kepada banyak orang. Dia mengklaim punya pahala untuk diberikan lo… Udah macam punya kuasa dianya untuk memindah-mindahkan pahala.Inilah bahaya ketika hidup dijalani dan diukur dg pahala dan dosa.

Bukan dengan kesadaran atas integritas diri. Bukannya sadar telah melakukan kejahatan berkali-kali, yang berarti itu adalah dosa… Malah mengklaim dg akan membayar kejahatannya itu dg pahala yang dia punya. Dan dengan bacaan Al Quran…

Lah dikiramu akad nikah po? Bayar utang macam mas kawin pake baca ayat Al Quran. Lah bukannya dia telah melakukan kejahatan penipuan yg dia lakukan berkali-kali dg sengaja yg itu jelas berbuah dosa, Lah kok dia dg sangat PD mengklaim akan membayar dg pahala yg dia miliki yg akan dia pindahkan. Ini kan paradoks dan inkonsisten. Orang-orang ini sebenarnya ngajinya dimana sih ya? Islam yang bagaimana sebenarnya yang mereka pahami?

Dan hal seperti ini, kelakuan dan pemahaman seperti ini semakin lama semakin meruak dan mendapat pengikut yang luar biasa banyak. Lah menipu trus dg entengnya tanpa merasa bersalah bilang tidak bisa membayar pake uang, membayarnya pake bacaan AlQuran dan pahala yang dia punya, ini kan benar-benar pemahaman yang rusak dan kacau. Udah macam mengalahkan Nabi aja bisa memindahkan pahala. Hal-hal seperti inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk kita melawannya.Jangan malah membiarkan.

Sumber : Status Facebook Zahrotur Riyad

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed