by

Namanya Sunandi

Sunandi pun mengalah. Dia rela didandani dan dikeroyok anak-anak yang ribut minta hadiah. Dasarnya dia penyayang, “Kalau hadiahnya habis, kolor gua rela gua gadaikan untuk dituker hadiah..” katanya. 

Kepedean, seakan kolornya laku dijual. Bahkan kalau kolornya dilempar ke atas genteng supaya hujan, hujanpun males datang. 

Menarik melihat hubungan beragama di Indonesia ini pelan-pelan dijalin kembali oleh mereka-mereka yang merindukan persaudaraan seperti dulu lagi, sesudah dikoyak oleh aksi intoleransi di sudut-sudut negeri.

Masa depan negeri kita tergantung kita yang menjalani. Tanpa orang-orang seperti Sunandi dan banyak lagi yang mencintai tanah air ini, tentu hubungan persaudaraan kita tidak akan seperti ini.

Jangan pernah ada rasa curiga diantara kita umat beragama. Kita hidup dengan cinta, karena kebencian sesungguhnya adalah hati yang telah mati..

Seruput kopi..

(Sumber: Facebook Denny Siregar)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed