by

Menggerus Kewibawaan

Oleh : Arya Hadi Darmawan

Pada berbagai status medsos ditemukan diskusi dan status yang menarik. Intinya, muncul berbagai pesan sarkastis, dimana pesan terkait keagamaan menjadi bahan olok-olok para netizen. Pun, agamawannya juga menjadi bahan becandaan. Secara keseluruhan, kewibawaan agama menjadi jatuh kredibilitasnya. Jatuh kewibawaannya di mata masyarakat.

Siapakah yang membuat agama menjadi jatuh kewibawaannya? Semua ini terjadi karena ada sebagian (ulangi sebagian saja) agamawannya yang membawakan pesan keagamaan dengan cara berkomunikasi yang tidak memperhatikan adab & etika, serta kurang memperhatikan kepantasan waktu, tempat, dan target audience pada proses komunikasi keagamaannya.

Sebagian agamawan itu sendiri yang menjatuhkan kredibilitas agama. Terlebih, kini sebagian (ulangi sebagian saja) dari mereka melibatkan kuat diri-mereka dalam dunia politik praktis sambil membawa lembaga keagamaannya. Secara sosiologis, kerancuan fungsi dan peran antara aktor dan institusi ini membingungkan masyarakat, karena agama dan politik (baca: politik praktis, soal dukung mendukung orang/politisi) bercampur-aduk menjadi satu. Kembali, dampaknya adalah penggerusan kredibilitas atau kewibaan agama yang semestinya sakral. Saran ke depan adalah mari kembalikan kewibawaan agama di mata masyarakat.

Bagaimana caranya? Ada saran dari para netizen, bagaimana agar para agamawan kini bisa menolong menaikkan kewibawaan agama?Mari para netizen kita bantu para (sebagian) agamawan agar mereka bisa kembali berwibawa sebagai penjaga moral, sehingga agama menjadi kredibel dan tidak lagi menjadi bahan olok-olok. Salam sehat

Sumber : Status Facebook Arya Hadi Dharmawan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed