by

Mengapa Puan Terus Usik Jateng dan Ganjar?

-Politik-1,431 views

Oleh : Ahmad Topeng

Pernyataan Puan Maharani, Ketua DPR sekaligus salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan tentang Ganjar Pranowo maupun Jawa Tengah kembali muncul dan menuai polemik. Terakhir menyebut bahwa Jateng merupakan propinsi termiskin. Hal itu dilandaskan pada beberapa daerah di Wonogiri yang beberapa bulan kekurangan air. Entah apa motivasinya, sehingga orang top di PDIP memberi stigma yang negatif. Apakah ini berlatar belakang politik?

Sebelum pernyataan tersebut keluar, anak presiden ke 5 Indonesia tersebut menyatakan jangan pilih capres ganteng dan tidak bisa kerja. Entah siapa yang memberi input kepada Puan, seorang politisi nasional yang lebih banyak meributkan kinerja kadernya sendiri dan juga dapil dimana dia terpilih secara mayoritas. Wajar jika publik mengaitkan suara minor itu dilatarbelakangi elektabilitas Ganjar dalam berbagai survey terus melonjak. Tidak hanya itu, berbagai relawan yang terbentuk tanpa dikomando serta digelontorkan dana mereka terus bekerja membantu masyarakat.

Para relawan itu sibuk dengan aktivitas mengenalkan Ganjar. Padahal Gubernur Jateng sendiri menyerahkan nama Capres pada Ketua Umum PDIP. Berbagai komunitas relawan yang terbentuk, belum ada satupun yang ditemui oleh Ganjar. Tapi mengapa Puan Maharani getol menyerang Ganjar? Bukankah sebaiknya dilakukan komunikasi secara terbuka? Tapi buat apa komunikasi bila Ganjar sendiri juga tidak punya ambisi sebagai calon presiden?

Yang perlu dibenahi adalah orang-orang di sekeliling Puan Maharani. Mengapa sampai keliru menyebut bahwa Jawa Tengah merupakan propinsi termiskin dan masyarakatnya jarang mandi? Jika benar kekurangan air di beberapa kecamatan Wonogiri, Boyolali, Klaten, Grobogan, Pati, apakah itu menandakan kemiskinan? Di Jawa Tengah sendiri ada 35 kabupaten/kota dan tidak semua kecamatan dalam satu kabupaten/kota mengalami krisis air. Lantas apa yang melandasi ucapan Puan menggeneralisir bahwa Jateng menjadi propinsi termiskin?

Harusnya para pembisik Puan berbenah, jangan sampai pernyataan yang keluar dari politisi sekelas Puan ini terkesan ngawur dan tanpa dasar. Pernyataan yang tanpa dasar justru malah memerosokkan Ketua DPR itu sebagai pernyataan serampangan. Tugas partai untuk yang lain masih banyak. Lihat saja bagaimana serangan pada presiden jauh lebih massif, atau isu-isu perpecahan persatuan, dalih-dalih agama merusak kebhinekaan, isu intoleransi lebih berbahaya ketimbang pencapresan seseorang. Sungguh miris jika Puan lebih suka membahas peluang capres dibandingkan isu-isu polarisasi kepentingan nasional.

Jabatan Ketua DPR merupakan jabatan strategis untuk memperjuangkan hal-hal substansial, memperjuangkan kepentingan nasional, memperjuangkan kesejahteraan rakyat, menjaga persatuan, hancurkan segala potensi perpecahan apalagi dengan dalih-dalih agama. Jangan biarkan kelompok-kelompok kecil itu merangsek dalam kehidupan masyarakat. Ideologi mereka tak layak mendapat tempat maupun ruang di negara ini.

Sumber : Status Facebook Ahmad Topeng

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed