by

Melihat Fenomena Pertengkaran Agama dan Show Off Ibadah

Oleh : Sunandi

Beberapa hari belakangan sedang ramai mengenai beberapa pendeta yang memberikan ‘serangan’ kepada agama Islam. Pro kontra bermunculan seperti biasa. kalau gw sih melihatnya itu bagus karena ada “perlawanan” dari pihak yang selama ini diserang. Jadi tidak terkesan monoton seperti yang selama ini terjadi karena serangan hanya dari satu pihak saja. Jadi biar sama-sama saling merasa gimana rasanya dicubit.

Kalau orang yang sadar tentu tidak akan bereaksi marah karena toh ya begitu adanya kalau beragama hanya dengan menjelekkan ajaran orang lain. Loh, itu kan berbahaya bagi persatuan dan kesatuan negara ini…..ya biar saja. mungkin memang sudah waktunya. tidak akan bisa dcegah karena selama ini hal serupa selalu dibiarkan saja bertebaran di media sosial tanpa ada tindakan tegas. Toh masyarakat sendiri sudah menciptakan sekat-sekat interaksi berdasarkan agama, baik dalam hal jual beli, komunal, maupun interkasi sosial lainnya.

Buat gw pertengkaran kayak gini sih biarin aja. biar ramai sekalian. Biar gaduh lalu lari ke pantai..pecahkan saja gelasnya….tinggal tontonin aja.—–di tempat lain juga sedang viral tentang gerakan membaca quran di trotoar malioboro. Gw pikir itu bagus juga bisa menggerakkan roda perekonomian malioboro. Gak usah dibikin ribet lah.akan jadi sesuatu yang istimewa apabila di Malioboro juga ada gerakan sekolah minggu di trotoar atau koor gereja, ritual kejawen atau ibadah-ibadah agama lain.

Akan jadi sebuah destinasi wisata religi yang akan makin menyemarakkan Yogyakarta. Karena trotoar Malioboro adalah tempat publik yang siapa saja bisa mengaksesnya, maka tidak ada orang yang berhak untuk melarang kegiatan ibadah agama apapun di situ selain pihak yang berwenang–dengan catatan jika satu dilarang, semua juga harus dilarang. Kalau ummat Islam bisa menggunakan trotoar itu untuk kegiatan membaca Quran, maka umat kristiani, Hindu, buddha, kejawen juga bisa.jadi gak perlu analisa ndakik-ndakik melihat itu sebagai fenomena radikal.

Lihatlah dari sisi berbeda dan gunakan kesempatan itu dengan kesetaraan hak. gak perlu takut dan memang harus berani dan diberanikan.

Sumber : Status Facebook Sunandi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed