by

Mbak Zakia Aini dan Polisi Takut Mati

Seperti halnya pak polisi yang paranoid melihat orang berjenggot dan perempuan bercadar, kemudian bertindak ‘main keroyok’ terhadap perempuan bersejata pistol air dengan peluru plastik. Tapi bisa juga tak berlebihan sebab siapa tahu dibalik gamis hitam itu ada bom yang bakal meledakkan Mabes . Ini hanya soal jaga-jaga dan standart perang sipil— tapi jadi lucu membunuh tikus dengan mengerahkan panser atau pesawat perang legendaris F16 bikinan Amerika dan sekutunya. 

Dihadapan pak Polisi, Meski sendirian, mbak Zakia Aini selaksa pasukan tempur dengan ribuan misiu mematikan — sosoknya yang lembut itu tampak besar dan menakutkan. Tidak tahu apa yang ditakutkan pak polisi ? Apakah gamis, cadar atau warna hitam ? Ini juga misteri. Apakah jarum suntik atau Ibu dokter yang pelit senyum yang bikin saya nderedheg. Mbak Zakia dan pak polisi bisa saja sama-sama dibekam ilusi. 

Tapi kenapa mbak Zakia Aini mudah masuk tanpa pengawalan di markas besar yang ‘angker’ dengan pengamanan berlapis itu? Kemudian bikin kaget pak polisi karena dari gamisnya dikira merogoh pistol air dan peluru plastik. Padahal mbak Zakia mau benahi BH-nya yang melorot dan dikira mau ambil pistol atau bom yang ketinggalan di rumah, tapi keburu ditembak mati dengan peluru beneran. Adegan berakhir tanpa ending.

Atau ada pandangan lain, bahwa peluru plastik bisa sangat mematikan di tangan para jihadis karena lebih bertuah. Adegan teror kian seru seperti adegan dalam telenovela. Atau film India yang riuh dengan adu jotos tapi tak ada yang beneran. 

Bagi sebagian orang, perang adalah washilah, perang bukan tujuan tapi menempati posisi penting dan satu-satunya yang dianggap efektif mencapai syahid sebagai jalan mudah menuju surga. Tapi bisa saja ini teori ketinggian, wong mbak Zakia Aini hanya mau benahin BH nya yang melorot, tapi keburu ditembak dengan peluru beneran karena bikin kaget dan takut para pemburu teroris. Dan bisa pula mbak Zakia Aini syahid beneran karena ditembak dengan peluru beneran. Salam sehat 

Sumber : Status Facebook nurbaniyusuf

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed