by

Manusia Koq Mau Disamakan dengan Hewan

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Sekitar tahun 1854 Hindia Belanda memperlakukan warga pribumi atau inlander dengan tidak adil. Warga Eropa, Timur asing(china n arab) baru pribumi begitu urutannya dalam pengelompokkan warga. Sehingga ada larangan warga pribumi memasuki tempat tertentu. Bahkan ada tulisan yg menyamakan pribumi dengan anjing. Pribumi dan anjing dilarang masuk. Seakan pribumi disamakan dengan anjing. Menyakitkan. Itu situasi pertengahan abad 19. Yang ternyata masih berlangsung hingga 1 abad kemudian, tahun 1950an ketika kita sudah merdeka. Buyung Nasution mengalaminya. Kok bisa? Nah itu aneh. Di gedung Harmonie (sekretariat negara sekarang) tahun 50an Buyung menemukan tulisan larangan pribumi dan anjing masuk.

Di belahan dunia lain pada abad 19 tidak kalah buruk perlakuan pada pribumi. Untuk contoh apa yang dialami bangsa Maori dan Aborigin cukup. Dan di tempat lain juga banyak. Ya itu sejarah hampir 150-100 tahun silam.

Tapi jika kenyataan hari ini di abad milenial, ketika kita menemukan tulisan

“Kawasan wajib jilbab” atau “ menerima kos khusus muslim” atau “Perumahan khusus muslim” , gimana perasaan saudara2 non muslim kita? Apa sikap Anda?

Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed