by

Kereta Tiba Pukul Berapa

Oleh : Gunadi

Jaringan kereta api Indonesia merupakan yang kedua tertua di Asia, setelah IndiaDulu kita menjumpai kereta api yang semrawut penuh sesak dengan penumpang tak beraturan, duduk di lantai, berjejal di bordes, bergelantungan di pinggir gerbong, hingga menaiki gerbong kereta. Keramaian tersebut belum ditambah pula dengan pengamen, pedagang asongan, pengemis, hingga copet yang dapat dengan mudahnya masuk stasiun atau masuk ke dalam gerbong kereta.

Karena tidak adanya pembatasan orang yang bisa masuk stasiun. Tak jarang pula penumpang dapat keluar masuk stasiun melalui celah lubang-lubang akses tidak resmi, dan bukan melewati gerbang utama. Namun, fenomena tersebut hanya tinggal kenangan karena sdh lama PT KAI sudah berbenah meninggalkan badan usaha milik negara yg lain.Hal tersebut diawali dengan modernisasi prasarana kereta dan infrastruktur stasiun. Semua kereta kini sudah berpendingin udara atau AC, baik kereta api lokal, antarkota, maupun commuter line (KRL) Jabodetabek.

Toilet penumpang di dalam kereta ataupun stasiun kini juga telah bersih dan gratis. Di samping itu, sistem tiket pun ikut dibenahi. Tiket kereta KRL Jabodetabek misalnya, telah menggunakan sistem tiket elektronik (E-Ticketing) dan sistem tarif progresif mulai 2013 lalu. Penumpang bisa menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB), Tiket Kartu Multi-Trip (KMT), hingga kartu bank di seluruh stasiun.

Sudah seperti sistem transportasi negara-negara majuSementara itu, untuk kereta api jarak jauh dan kereta api lokal dapat melakukan pemesanan secara online sehingga dapat memesan tiket dari mana saja dan kapan saja tanpa perlu mengantri di stasiun. Calon penumpang dapat melakukan reservasi tiket di aplikasi KAI Access, maupun berbagai lini penjualan online lainnya. Setiap penumpang yang sudah membeli tiket pun akan duduk sesuai dengan nomor kursi yang tertera di tiket dan setiap gerbong akan diisi sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia. Bila kursi penuh, maka tidak akan ada lagi penumpang yang duduk di lantai.

Bersamaan dengan pembenahan sistem tiket, stasiun pun turut direvitalisasi agar tertib, nyaman, dan aman. Penataan ulang tersebut mencakup perluasan dan perpanjangan peron, penertiban kios di peron stasiun, penutupan lubang-lubang akses masuk tidak resmi ke stasiun, hingga area parkir. Tak hanya itu, PT KAI juga membenahi tingkat ketepatan waktu kereta. Bila dahulu seakan hal yang lumrah bila kereta datang terlambat, kini perjalanan kereta api hampir selalu tepat waktu.Gue jadi teringat lagu Iwan Fals dulu : Sampai stasiun kereta pukul setengah dua,Duduk aku menunggu, tanya loket dan penjaga,Kereta tiba pukul berapa? Biasanya kereta terlambatDua jam cerita lama.

Sumber : Status Facebook Gunadi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed