by

Kepada Adinda UAS, Soal Dana Haji

Oleh: Erizeli Bandaro

Dari Video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Alfie Al Bayhaqi. Anda mengatakan “Duit gak ada, dipakai dana haji. Umat Islam ribut, umat Islam mengamuk. Kami bayar haji untuk berangkat haji! Bukan duit kami dipakai untuk bangun jalan, investasi. Jikalau umat Islam mengamuk, baru ‘mereka’ berhenti. Namun, jikalau diam, uangnya lanjut dipakai.“

Bersama ini saya bantu mengklarifikasi.

Pertama. Benar bahwa akumulasi dana haji itu dipakai untuk proyek infrastruktur. Tetapi bukan dalam bentuk penyertaan saham atau project financing, yang kemungkinan rugi ada. Jadi apa ? Investasi dana haji pada SUKUK. Resikonya dijamin oleh negara dan produk investasi itu dijamin halal berdasarkan fatwa MUI.

Kedua. SUKUK diterbitkan dengan tujuan khusus proram Haji sesuai UU. Jadi tidak mungkin uang yang diinvestasikan itu jadi macet cash flownya sehingga menghambat kebutuhan tunai untuk biaya perjanan haji. Jadi tidak perlu kawatir.

Ketiga, Penempatan dana haji sesuai amanah UU No. 34 tahun 2014 ditujukan agar pemerintah bisa memberi subsidi ongkos haji lewat insentif penyediaan SUKUK terproteksi. Jadi kenaikan ongkos haji karena kurs atau biaya akomodasi atau biaya pesawat, bisa dicover oleh pendapatan dari investasi SUKUK. Jadi kalau disimpulkan SUKUK itu sama saja produk Hedging yang di create khusus untuk jamaah haji Indonesia dan untuk kepentingan umat islam.

Keempat. Walau nilai insentif itu sangat besar, namun tidak ada keuntungan masuk negara. Data 2020, dana yang diinvestasikan di SUKUK sebesar Rp 99,53 triliun atau 69,6 persen dan sisanya 30,4 persen atau Rp 43,53 triliun terdapat dipenempatan bank syariah. Dari jumlah tersebut menghasilkan nilai manfaat atau return sebesar Rp 7,46 triliun. Itu dikembalikan kepada jamaah dengan ongkos haji 50% dari ongkos sebenarnya.

Saya tahu anda sangat penduli kepada NKRI. Sebagaimana kata anda bahwa cara saja yang berbeda. Anda memilih cara kritis atas dasar keimanan dan syiar agama. Itu bagus. Karana tanpa kritik, kebanaran akan mati, akal sehat juga mati. Kita akan menemui kezoliman dan kegegelapan peradaban.

Dalam hal ceremah anda, saya tetap berprasangka baik. Mungkin anda dapatkan informasi dari sumber yang salah. Demikian.

Salam, Babo.

(Sumber: Facebook Diskusi dengan Babo)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed