by

Hacker Kelas Jualan Es & Para Anonim

Oleh : Sunardian Wirodono

Mengapa Bjorka menjadi terasa begitu penting dan gawat? Dari sisi momentum dia muncul pada waktu yang tepat. Berkait eskalasi politik nasional, yang menjadi momentum kekuatan oposisional Pemerintah.

Hacker sendiri bukan fenomena baru di Indonesia. Sejak munculnya internet, atau apapun temuan dan pengembangan baru dalam iptek, selalu muncul oposite-nya. Itu sunatullah. Dan doktrinnya, yang dibilang ‘kejahatan’ ilmunya selalu lebih dulu dibanding ‘polisi’. Secara filosofis, demikianlah ilmu berkembang.

Menjadi tidak penting apakah yang menamakan diri Bjorka ini orang Indonesia, ataupun pengakuan geblegnya bahwa dia dari Polandia atau manakah. Hacker ngaku dari mana, adalah kebodongan paling elementer. Khas intel Melayu yang mempressure target; “Jangan bilang siapa-siapa, saya intel lho,…!”

Perilaku dan fokus yang dibocorkan pun, sudah menjelaskan, tidak sangat spesifik. Apalagi ini bukan hacker berdarah dingin, tetapi hacker reaksioner. Kita belum ngomong soal kelas hackingnya yang juga masih ecek-ecek. Apa yang dibocorkan tidak murni dari proses hacking. Datanya pun masih data beranda, tak memerlukan kecanggihan khsusus.

Ketika menulis novel (politik) “Anonim, My Hero!” (2004), tokoh utama yang saya pakai adalah seorang hacker. Ini karakter paling pas untuk mengaduk-aduk intrik politik Indonesia yang terlalu banyak ‘confidential’nya. Untuk itu, saya dikenalkan dan kemudian berkenalan dengan anak-anak muda ajaib di Indonesia (Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Malang). Dari hacker hitam, putih, hingga yang abu-abu. Ada hacker Indonesia yang bisa mendatangkan kapal tanker dari Rusia ke pelabuhan Surabaya, tapi tertahan di tengah laut karena Tanjung Perak sudah dikepung pasukan Marinir Indonesia. Ada hacker yang Cuma pengin dapat jaket kulit dari luar negeri dan pacar bule.

Soal kemampuan untuk melakukan hacking, atau peretasan, kita pernah dengar lembaga pertahanan kelas Pentagon USA, dibobol anak usia 9 tahun. Bayangkan. Bahkan, ada anak kelas 4 SD dari Surabaya, Indonesia, ketika diajak jalan-jalan orangtuanya ke Singapura, bisa membobol data bank pemerintah Singapura. Kedua anak itu, tak punya motif politik atau ekonomi. Karena ‘iseng aja pengen tau!’

Di gang sempit kampung Jakarta, ada anak SMP yang juga ahli dalam melakukan peretasan. Bukan anak orang kaya. Dia akhirnya banyak dijadikan konsultan cyber security oleh kepolisian dan lembaga pemerintah. Yang dia lakukan adalah ‘ingin memberi tahu soal kelemahan sistem keamanan data’ yang banyak ditemui. Ini hacker putih yang menggunakan keahlian untuk kepentingan bersama.

Jadi kalau ngomongin Bjorka, pemerintah tidak perlu panik. Akui saja pesan tersiratnya, bahwa sistem keamanan data kita lemah. Perbaikilah. Makanya untuk berbagai hal berkait program dan proyek pemerintah, mikirnya jangan kepentingan ekonomi keuntungannya sendiri, di mana orientasi korupsi menjadi dominan dibanding tugas pengabdian negara. Banyak kerjaan pemerintah yang tidak dilakukan dengan profesional dan proporsional. Tidak proper. Tender teater atau teater tender. Menunjuk rekanan yang tidak kredibel. Hanya karena di situ permainan harga bisa diutak-utik.

Kalau proper, lurus, benar, jujur, mau banjir ribuan hacker juga tak masalah. Karena hacker itu munculnya dari niatan membongkar dari segala hal yang tertutup atau ditutupi. Kalau soal Johny G. Plate ulang tahun, nggak usah hacker juga tahu. Setidaknya Pak/Bu RT tempat tinggal Menkominfo itu.

Nggak usah panik kecuali kinerjanya bermasalah. Padal, sebagai kader Nasdem dia nggak bakal diresuffle, kecuali pembicaraan soal capres 2024 menemukan deadlock, hingga akhirnya Puan Maharani dicapreskan PDIP. Kalau ngaku hacker international tapi nyinyirin Denny Siregar pula, lha, ketahuan garis politiknya.

Ada yang begitu memuliakan Jaka Tingkir, tapi anak jualan es diduga Bjorka kita ketawain. Senyampang itu, Jokowi dan Anies Baswedan bisa bekerjasama membuatkan rumah untuk Farel Prajoga, dengan dua garasi mobil di kanan dan kiri rumah. So? So! |

Sumber : Status Facebook Sunardian Wirodono III

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed