by

Gurita Amerika Pada Politisi Indonesia

Oleh : Tito Gatsu

©SISTIM DALAM PENGUASAAN DUNIA

Perlu kiranya saya jelaskan lebih dahulu walaupun sudah banyak yang tau bahwa Amerika Serikat adalah satu-satunya Negara Imperialis di dunia. Gurita mereka meliputi penguasaan sumber daya energi di dunia hingga kebijakan keuangan yang dikuasai oleh The Fed

Federal Reserve System (juga disebut Federal Reserve, atau secara informal The Fed) adalah bank sentral Amerika Serikat.

© ERA PERANG DINGIN.

Seperti Kita ketahui sejak berakhirnya Perang Dunia ke 2 Amerika Serikat selalu menjadi polisi dunia hingga menjadi pemrakarsa Perserikatan Bangsa Bangsa yang didirikan pada tanggal 24 oktober 1945 kemenangan tentara sekutu yang dipimpin Amerika Serikat setelah menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki semenjak itu pula peta politik dan ekonomi berubah dengan peta kekuatan dunia dibagi menjadi 2 pakta. NATO yang dipimpin Amerika Serikat dan berkedudukan di Turki & Pakta Warsawa yang berkedudukan di Polandia yang dipimpin oleh Uni Soviet.

Kedua pakta kekuatan dunia tsb menyepakati diakhirinya era kolonialisasi negara-negara di dunia, negara-negara yang sudah merdeka lebih banyak bergabung dengan Pakta warsawa sedangkan Negara yang baru mendapatkan kemerdekaan biasanya bergabung dengan NATO.

Amerika biasanya membantu kemerdekaan tsb dengan bantuan militer dan keuangan sehingga negara-negara yang baru merdeka tersebut (termasuk Indonesia) mempunyai ketergantungan dengan Amerika biasanya negara-negara yang memiliki TNC (Trans National Corporation) milik Amerika Serikat di negara tersebut, seperti Indonesia, Negara-negara Timur Tengah negara-negara Asia biasanya negara kaya sumber energi kecuali China dan Korea Utara yang menjadi blok Uni Soviet.

Kebijakan politik dan Ekonomi Amerika adalah Liberal. Dimana Perusahaan-perusahaan swasta di Amerika Serikat memiliki banyak investasi diseluruh dunia dan kebijakan politik Amerika Serikat lebih banyak ditujukan untuk melindungi TNC nya di dunia.

Jadi peranan Pemerintahan di Amerika Serikat lebih banyak ditentukan oleh pihak swasta atau para konglomerat yang bahkan bisa mengendalikan Istana Presiden. Biasanya para konglomerat ini bekerja sama dengan CIA atau (Central Intelligence Agency).

CIA memiliki tiga aktivitas utama, yaitu mengumpulkan informasi seputar pemerintah asing, perusahaan, dan individu; menganalisis informasi tsb beserta hasil intelijen dari badan intelijen A.S. lainnya untuk menghasilkan penilaian intelijen keamanan nasional yang diajukan kepada para pembuat kebijakan senior Amerika Serikat; dan melaksanakan atau mengawasi aktivitas tertutup dan beberapa operasi taktis oleh karyawannya sendiri, anggota militer A.S atau mitra lainnya atas permintaan Presiden Amerika Serikat. Misalnya, CIA bisa memiliki pengaruh politik luar negeri melalui divisi-divisi taktisnya seperti Special Activities Division.

© RANCANGAN HALUAN NEGARA UNTUK MENGIASAI NEGARA LAIN

Gambaran singkatnya biasanya haluan Negara dan kebijaksanaan Internasional sudah dirancang CIA yang selalu berpikir secara ekonomi untuk kesejahteraan Amerika Serikat atau yang dikenal dengan The American Firts kemudian Presiden hanya menentukan kebijakan saja jika pemerintahannya kebetulan jatuh ketangan Partai Republik mereka akan jelas dibelakang CIA (mainstrram) jika jatuh ke tangan Partai Demokrat biasanya akan lebih cenderung memperhitungkan arus sosial (anti mainstream) yang kesemuanya untuk kepentingan dalam negri Amerika Serikat sendiri .

Dengan standarisasi ekonomi yang dikenal dengan Anglo Saxis maka kesejahteraan rakyat Amerika biasanya didapat dari kapitalisasi modal dimana setiap bantuan keuangan Dunia dari mulai IMF, World Bank , IDRB dan ADB dikontrol oleh The Fed.

© TRANS NATIONAL CORPORATION ADALAH SUMBER PEMBINAAN POLITIK PENGKHIANAT BANGSA DI NEGARANYA SENDIRI

Menyebarnya TNC Amerika Serikat diseluruh dunia menjadikan Negara tersebut induk imperialisme dunia apalagi setelah berdirinya PBB tidak diperkenankan lagi negara-negara dijajah atau menjadi koloni negara lain .

Di Indonesia hingga hari ini TNC Amerika Serikat untuk sektor Sumber Daya Alam adalah yang terbesar, diantaranya Frèeport, Chevron, Mobil Oil dan sebagainya termasuk imperialisme dalam bidang keuangan dimana setiap transaksi di Indonesia masih dikuasai oleh mata uang dolar.

© CARA KAPITALIS MENGUASAI NEGARA LAIN

Kenapa bantuan Amerika Serikat seperti tak terlihat di Indonesia itu karena mereka memberlakukan kontrak bukan secara Goverment to Goverment tapi bussiness to bussiness dimana Amerika akan mengeluarkan semua permodalan tanpa hutang untuk mengeksplorasi sumber alam di Indonesia dan akan berbagi dengan pemerintah dimana hasil dari seluruh eksplorasi sumber daya alam tersebut.

Pemerintah memang tidak berhutang tapi siap-siap kebagian ampas karena semua biaya produksi dipotong dari hasil produksi dan hasil yang didapatkan semua bahan mentah bukan barang jadi sehingga nilainyapun menjadi rendah untuk refinery dan smelter (pengolahan menjadi bahan jadi) tidak dilakukan di Indonesia.

Artinya untuk eksplorasi sumber daya alam di Indonesia, pemerintah Indonesia tidak punya hutang (makanya pada periode orde baru hutang lebih sedikit) tapi hasil pendapatannyapun sedikit. Bayangkan hutang jaman Soeharto yang cuma 561 Trilyun kita gagal bayar karena PDB hanya mencapai 955 trilyun atau rasio utang 58%, bandingkan dengan jaman Jokowi pada saat ini hutang mencapai lebih dari 4.000 trilyun tapi PDB mencapai 15 .000 trilyun atau rasio utang 26,6% yang terendah selama ini padahal pembangunan begitu masive diseluruh tanah air.

© GURITA BISNIS AMERIKA

Gurita bisnis Amerika Serikat tidak hanya eksploitasi sumber daya alam tapi juga membentuk kartel dan mafia bisnis di Indonesia sektor penunjang, seperti transportasi hingga pemasaran dan export import kebutuhan sumber daya alam di Indonesia yang biasanya dikuasai oleh keluarga penguasa dan mantan presiden oleh karenanya jangan dianggap enteng mereka punya dana yang besar dan bisnis tersebut menguntungkan perorangan bukan rakyat Indonesia, biasanya para bekas pejabat hingga anggota parlemen menikmati bisnis rente (bisnis komisi) hingga trilyunan rupiah, oleh karenanya menjadi anggota parlemen dan pejabat di Indonesia amatlah Tajir apalagi yang bisa memainkan kebijakan dan UU yang pro imperialisme atau TNC Amerika Serikat.

Jadi bekerja sama dengan para pejabat korup dan pengusaha hitam di Indonesia sangatlah menguntungkan .

Di sektor industripun Amerika Serikat tetap mendapatkan untung karena menguasai perbankan dunia melalui The Fed dimana negara negara sekutu Amerika Serikat, seperti: Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dll membangun kerja sama dengan Indonesia.

Kebijakan ekonomi rente di Indonesia sejak era Orde Baru hingga SBY sama sekali tidak menguntungkan rakyat karena pola Bussiness to bussiness dan rakyat hanya dibuat melongo hal itu bisa kita lihat tak ada satupun produk hasil teknologi buatan Indonesia dan keuntungan produksi di Indonesia dibawa ke negara kapitalis dan masuk ke kantong para birokrat, pengusaha hitam dan politikus busuk. Bisa dibayangkan bagaimana kemarahan mereka ketika Freeport diambil alih, blok rokan dan Mahakam diambil alih dan Petral dibubarkan oleh Jokowi.

© POLITIKUS BUSUK ADALAH MITRA AMERIKA SERIKAT

Para politikus busuk dan pengusaha hitam tentunya berusaha melanggengkan kekayaan mereka yang biasa diperoleh dengan mudah dari kerja sama dengan TNC asing tersebut sehingga mereka akan selalu melawan siapapun Presiden yang merobah pola atau mengembalikan kedaulatan rakyat karena kekuatan uang mereka cukup besar mereka akan menempuh berbagai cara karena selama ini yang mereka lakukan adalah kecurangan dan kebohongan yang menipu rakyat Indonesia, ibaratnya lebih baik rakyat miskin asal keluarga mereka tetap kaya raya dan sejahtera.

Disektor keuanganpun Amerika Serikat tetap menggurita, kita masih ingat kejatuhan Suharto karena gagal bayar hutang luar negri yang ditandai dengan Capital flight para konglomerat hitam yang membawa kabur dana BLBI dan itu terus terjadi hingga bantuan likuiditas skandal Century di era SBY.

Jadi mengapa para political mainstream dan para pejabat lama selalu ingin mengatur Indonesia? Karena mereka ingin menutupi borok dengan borok baru dan lebih suka rakyat Indonesia tetap bodoh! Dijejali dengan berpikir religius tapi haknya digarong !.

Oleh karenanya kita lawan bersama kita terus rebutan kembali hak kita dan singkirkan para politikus busuk yang semakin lama semakin menggila! Jangan tinggalkan Presiden Jokowi sendirian karena dia sedang berusaha mengembalikan kedaulatan rakyat kembali ketangan kita rakyat NKRI.!

Salam Kedaulatan Rakyat !

Sumber : Status Facebook Tito Gatsu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment

News Feed