by

Gemar Mengkafirkan, Kemungkinan Anda Gila

Oleh : Meilanie Buitenzorgy

Sebagai putra Minang, teman bobo gw suka kepo dengan pemikiran Buya Hamka. Maka doi pinjam buku ini dari perpus University of Sydney: “Islam dan Adat Minangkabau”, buku kumpulan tulisan-tulisan pendek Buya Hamka.

**

Btw, temen bobo gw termasuk kelompok pencilan yang 14% ya, bukan kelompok mainstream yang 86%. PENTING banget nih gw tegesin.**Dalam salah satu bab, Buya bercerita soal seorang Syekh alumni Makkah. Sekembali ke Ranah Minang, Syekh ini suka mengkafir-kafirkan suatu kelompok.

Saat ceramah di masjid, sang Syekh suka memaki-maki dan bawa-bawa kampak. Berhalusinasi kalau si orang yang dia kafir-kafirkan itu mengejar-ngejar dia. Gak lama kemudian, sang Syekh end up di Rumah Sakit Jiwa di Sabang selama 10 tahun!

Jadi gitu ya gais. Fenomena meng-kafir-kafir-kan ini sudah nge-trend sejak Indonesia jadul. Jadi hati-hatilah kalian hai kaum yang gemar meng-kafir-kafir-kan orang lain. Bisa jadi gak pake lama, lau-lau end up di RSJ Grogol wkwkwkw….Btw, penasaran gak sih. Andai Buya Hamka masih eksis zaman sekarang, kira-kira beliau masuk kelompok mana: mainstream (86%) atau outlier (14%)?

Sumber : Status Facebook Meilanie Buitenzorgy

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed