by

Filosofi Dolane Kurang Adoh

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Dolane kurang adoh, mainnya kurang jauh. Istilah yang saya suka dan banyak yang suka. Karena kata2 pendek ini mewakili banyak hal. Kalau ada yang memberikan nasehat tapi tumpul, lalu dipesan “dolane kurang adoh mas.” Atau ada yang pandangannya soal sesuatu demikian picik, “mainnya kurang jauh om”. Bisa juga yang merasa dirinya paling benar “kurang adoh mbak dolanmu”. Fenomena akhir2 ini, di era digital, era medsos, pengetahuan , informasi berseliweran, bikin orang tambah pandai, juga bikin orang sering keblinger (mungkin saya juga sedang keblinger).

Tidak pernah terjadi sebelumnya informasi berkembang begitu cepat. Setiap orang berhak membuat ‘kabar’ walaupun nggak selalu benar. Yang paling bagus tetap pakai nasehat padi, makin berisi makin merunduk. Ilmu makin dipelajari makin dalam dan luas. Kurva Dunning & Kruger yang menggambarkan tingkat confidence seseorang dalam hubungannya dengan kompetensi menggambarkan ketinggian confidence saat kompetensi masih nanggung. Orang begitu pede kadang ekstrim saat ilmunya belum seberapa.

Dolane kurang adoh tapi sudah cerita macam-macam. Sering bahkan menyalahkan orang lain. Dolane kurang adoh bukan saja bermakna geografis tapi juga kebervariasian. Orang mungkin sudah ke ujung dunia, Eropa, Amerika Latin, Arab tapi belum tentu tahu liku2 kehidupan anak jalanan. Orang mungkin sudah doktor atau profesor tapi belum tentu tahu bagaimana susahnya menghitung kumpulan bebek yang sedang berjalan. Seorang menteri belum tentu pernah belajar trik bagaimana menghindari kejaran anjing. Maka dolane kurang adoh tidak semata2 soal jauhnya geografis tapi juga variasi pengalaman belajar, obyek yang dipelajari dan sedalam apa kita belajar.

Orang yang hanya baca satu kitab lalu merasa tahu hidup sesudah mati, tahu surga dan neraka dengan detilnya, sebenarnya kurang adoh dolane. Semakin jauh mainnya, semakin sadar bahwa kita banyak tidak tahu. Coba lihat air, kita minum, kita pakai mandi, kita kasih nama H2O. Tapi apakah air itu? Apa sebenarnya air itu? Kita nggak tahu. Kita hanya tahu itu air. Kita banyak tidak tahu. Tapi kita sering mengaku tahu, yakin, percaya. Sesuatu yang kita tidak tahu, lalu kita percaya begitu.Darimana kita diciptakan? bukan dari bapak dan ibu. Mereka cuma melakukan ‘perbuatan’ lalu ibu melahirkan. Gimana kita tercipta, darimana asalnya?

Kita sesungguhnya tidak tahu. Kapan kita akan mati, lalu kemana , lalu akan kemana lagi, menuju kemana, jadi seperti apa? Kita tidak tahu. Kalau ada yang mengaku tahu, dia hanya mengaku. Mungkin dari hasil membaca atau dengar cerita, lalu merasa tahu.Pengakuan bahwa ‘sesungguhnya kita tidak tahu’ akan melahirkan semangat untuk dolan lebih jauh, mencari, mengalami hal2 baru. Manusia wajib dolan yang jauh sehingga bisa memaknai hidup ini lebih baik, lebih berarti. Yang penting open mind dan jujur.

Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed