by

Farwiza pun Tampil Berkebaya

-Politik-3,831 views

Oleh : Harun Iskandar

Ada wanita Indonesia yang jadi sampul majalah TIME. Namanya Farwiza Farhan. Perempuan yang lahir, 1 Mei 1986, di Banda Aceh, besar juga disana. Lulusan studi Biologi Kelautan, Universiti Sains Malaysia. Magister Manajemen Lingkungan, The University of Queensland, Australia.

Sekarang sedang program Doktor Antropologi di Universitas Radboud dan Amsterdam. Dia juga Ketua Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA).

Peraih penghargaan National Geographic Wayfinder Award 2022, Priztker Emerging Enviromental Genius Award 2021, TED Fellow 2021, Future For Nature Award 2017, Whitley Award 2016 . . .

Ndak heran jika Farwiza bukan hanya jadi ‘Gadis Sampul’ biasa. Tapi dia juga termasuk dalam daftar TIME 100 NEXT. Ini versi ‘kaum muda’ dari TIME 100, dimana Jokowi tahun 2014 ikut masuk. Jadi sampul juga.

Ada 5 kategori dalam TIME 100 NEXT, Seratus tokoh muda yang berpengaruh, inspiratif dan berkelas dunia. Artist, Phenoms, Innovators, Advocates, dan Leaders. Farwiza Farhan, masuk di kategori ‘Leaders’.

Simak juga komentar Bill Gates atas Farwiza Farhan. “Pemimpin, ‘Leader’, seperti Farwiza, membuat saya semakin optimis akan masa depan dunia,”

Bill Gates juga sempat bertemu dengan Farwiza, “Saya terkesima dengan apa yang dikerjakan oleh Farwiza untuk melindungi Ekosistim Kawasan Leuser Indonesia,” Ujar Bill Gates waktu itu.

Bersama Leonardo DiCaprio, Farwiza juga sempat bikin film dokumenter Lingkungan.

Farwiza Farhan memang ‘Pawang’ Hutan Kawasan Ekosistim Leuser (KEL) Aceh Tenggara – Sumatra Utara, yang sudah ‘berkelas dunia’ . . .

Aceh dulu pernah juga punya Wanita2 ‘Super’, bahkan di ‘ladang profesi’ kaum lelaki, perang. Ada Tjut Nya Dien, Tjut Meutia, Laksamana Keumalahayati . . .

Indonesia ? Malah punya lebih banyak lagi . . .

Begitulah, jika para Puan tak terbelenggu atau suka rela dibelenggu, nalar dan hati-nya.

Oleh narasi tafsir kuno, bahwa kelak di sorga, kaumnya yang bernama ‘Bidadari’ cuma jadi ‘hadiah’ buat kaum lelaki. Itu pun butuh sampai 72 hanya untuk 1 orang laki2. Itu artinya ‘daya guna’ mereka ‘disunat’ cuma jadi seper-72 kaum lelaki.

Di dunia pun tak kurang celaka, karena ‘dipaksa’ percaya bahwa mereka cuma bernilai hanya ‘Seperempat’ Laki2. Karena Laki2 dapat pahala jika mampu nikahi wanita sampai 4 ‘buah’. Dan jika para puan yang jadi istri, menurut dan sabar, akan menjadikan jalan menuju sorga.

Dan di sorga pun, dia hanya akan dapat ‘Bidadara yang bersinar’, ada juga yang dawuh cuma dapat perhiasan. Bukan peroleh ‘puncak bahagia’ sejati, bisa ‘bertemu’ dengan Tuhan-nya.

Celaka dan anehnya, justru para Puan yang cuma punya nilai seperempat atau seper-72, malah bisa jadi sumber petaka ‘utama’ bagi, ayah, saudara laki2, dan suaminya.

Sebab, seutas rambut saja yang terjurai nampak keluar, akan menyeret para lelaki itu masuk neraka. Serba susah, kan ?

Maju kena, mundur pun celaka. Namun bagi para Lelaki bebas. Atas oke, bawah pun oke pula . . .

Kami ciptakan kalian berpasang-pasangan, Laki2 dan Perempuan (An Naba : 😎

Kami ciptakan gunung2 sebagai pasak untuk menjaga keseimbangan bumi, agar tidak bergerak-gerak (An Naba : 7)

Ya ! Tuhan ciptakan Laki2 dan Perempuan berpasang-pasangan. Bukan Satu Lelaki dipasangkan dengan 4 perempuan, alih-alih 72.

Agar bumi selalu dan tetap berputar dalam keseimbangannya. Bak pegang cangkul butuh 2 tangan, kiri dan kanan. Berjalan pun, jika pakai satu kaki, kiri saja atau kanan, akan pincang . . .

Tabek . . .

I Love Monday . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed