Oleh : Budi Santosa Purwokartiko
Quebec Bill 21, aturan di propinsi Quebec Canada merupakan UU sekularisme. Di dalam aturan itu dinyatakan bahwa simbol-simbol agama tidak boleh dipakai di ruang umum, termasuk PNS di tempat kerja. Aturan ini menimbulkan protes karena di Canada ada Canadian Charter of Rights and Freedoms yang menjamin kebebasan termasuk beragama.
Kebanyakan pemrotes di Quebect kabarnya adalah para imigran yang lari dari negaranya karena tekanan penguasa tirani yang berbasis agama. Di tempat baru mereka mendapatkan penghidupan yang lebih baik dan kebebasan yang lebih luas. Para imigran itu mungkin berharap akan menjadi tiran baru di tanah yang didatanginya. Mereka lupa sedang numpang hidup di negara lain yang punya aturan sendiri. Hal yang mirip dilakukan di sini, di negara ini.
Jika sedang protes mereka memakai baju demokrasi, tapi saat menjadi besar dan kuat mereka akan jadi tiran. Mungkin yang belum paham akan mendukung kebebasan beragama sebebas-bebasnya, seringnya malah penduduk pribumi yang tidak sadar sedang ‘dimanfaatkan’. Tetapi mereka lupa bahwa kebebasan itu ada batasnya, setidaknya untuk kepentingan publik. Bahkan para teroris dan pemakai cadar pun berdalih melaksanakan ajaran agama.
Mereka lupa ajaran agama yang mereka laksanakan adalah salah satu tafsir yang bisa jadi merugikan banyak orang. Di situlah persoalannya. Kadang negara menjadi nampak lemah karena yang dihadapai adalah orang2 yang mengatasnamakan agama dan merasa dibackingi Tuhan. Sedangkan pemerintah melakukan tugas berdasarkan hukum yang disepakai bersama. Bangsa-bangsa yang sudah lama menjalankan praktek bernegara sudah tahu arahnya. Mereka yang selalu bawa agama sebagai dasar untuk melakukan protes, ujung-ujungnya menggunakannya untuk berkuasa.
Dan setelah berkuasa mereka lupa kebebasan untuk rakyatnya. China sudah tahu budaya itu. Bahkan prinsip seularisme yang kemudian ditiru negara Eropa dalam mengelola negara justru dulu diawali oleh Jenghis Khan dari Mongolia. Jenghis Khan tidak ingin memerintah dengan berdasar agama, semua agama dihormati tetapi aturan umum harus dipisahkan dari urusan agama. Itulah yang membedakan Pakistan, Arab Saudi, Afghanistan di satu sisi dan China, US, Jepang dan negara maju yang lain di sisi sebaliknya. Di kelompok pertama kemajuan terasa lambat, kesejahteraan umum rendah, ketertiban umum juga rendah. Di kelompok kedua berlaku sebaliknya. Yang kelompok pertama sibuk membicarakan kehidupan sesusah mati dan lupa mengurus hidupnya kini. Yang kelompok kedua berusaha mewujudkan surga di dunia yang penuh kemudahan, kedamaian dan kesejateraan.
Tinggal kita pilih akan terus ribut memilih yang berdasarkan ajaran agama yang ditafsir manusia dan nggak maju2 ( imbalannya nanti sesudah mati) atau maju dengan mendasarkan aturan umum berbasis pada kebutuhan dan kesepakatan bersama?salam rahayu….
Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko











Comment