by

Daerah Memble, Jokowi yang Disalahkan

Oleh: Kend Subiakto

Melihat Pak Jokowi yang begitu melas wajahnya di televisi saat menyinggung tentang anggaran yang tak tersalurkan di pemerintah provinsi maupun kabupaten, sepertinya ada kesengajaan yang massif. Mereka para kepala daerah ini seolah tertutup hatinya tentang kemanusiaan. Ini benar-benar kotor dan biadab.

Dana sudah ada. Mereka bertugas menyalurkan untuk kebutuhan di daerah masing-masing dalam penanggulangan pandemi. Namun hingga menjelang Bulan Agustus, dana yang terserap baru rata-rata 22%. Akhirnya lagi-lagi Jokowi yang disalahkan. Sampai ada yang sudah menyusun aksi demonstrasi walau akhirnya batal terjadi.

Tidak ada alasan apapun kalau sampai dana itu sengaja ditahan atau memang sengaja tidak disalurkan untuk menumpuk kematian. Saat ini rakyat ini tidak peduli apakah Anda oposisi atau koalisi. Tapi kerjaan Anda pantas dicap sebagai pelanggaran kemanusiaan. Karena Anda tak kunjung menyalurkan hak rakyat saat mereka benar-benar membutuhkannya.

Ada gubernur yang katanya tak ada dana. Ada gubernur yang tiap hari bersepeda, makan di tempat parkir, ke pasar dan jalan-jalan kemana-mana. Eh faktanya serapan bansosnya hanya 15 %. Jadi kalau kemarin sempat di-“ pacul“ karena banyak main medsos, kiranya ada benarnya juga.

Jadi dalam kondisi pandemi saat ini jangan lagi main drama untuk mengambil hati. Atau sengaja memburukkan citra Jokowi. Atau Anda sebagai oposisi, tahan dululah niat bejat itu. Karena saat ini anda berhadapan dengan nyawa manusia dan perut yang kelaparan.

Luar biasa Anda. Jedalah dulu untuk pencitraan. Apakah Anda ygan mau jadi presiden, atau apalah itu urusan nanti dulu. Sekarang mari bersama menyelamatkan negara. Karena kalau negara ini hancur Anda juga jadi lumpur. Kalau jadi lumpur mau jadi presiden apa, Presiden Lapindo?

Stop pencitaraan dan mengambil kesempatan untuk menjatuhkan pemerintahan. Jadilah manusia yg mengerti kemanusiaan, bukan cengengesan seperti dagelan murahan.

Siapa bilang dana Covid tidak ada? Berdasarkan amanat refocusing dari Pemerintah Pusat, 8% dari Dana Alokasi Umum (DAU) tiap daerah digunakan untuk penanganan Covid-19. Yang mesti dipergunakan untuk lima item, yakni penanganan Covid-19, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan, insentif tenaga kesehatan, dan belanja kesehatan lain.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed