Oleh : Bangkit Baskara Dito
Ketiga faham/doktrin di atas telah melahirkan aksi-aksi radikal dan sadis. Bedanya dimana? Komunisme dan Fasisme tidak mematikan rasionalitas sebagaimana Islam radikal yang berpaham Wahabisme atau Khilafaism . Justru karena akal sehatlah yang terus berfungsi dari kaum komunis dan kaum Fasist , maka mereka meninggalkan doktrin2 tersebut yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi.
Sekarang Komunisme dan Fasisme sudah mati kan? Eksistensi mereka hanya bertahan 100-200 tahun. Praktek2 Islam radikal sudah terjadi di awal2 eksistensi Islam sejak 1500 tahun yang lalu. Mengapa bisa jalan terus sampai sekarang? Dua hal yang menjadi penyebabnya yang melibatkan dimensi intelektual dan dimensi spiritual. Dari segi intelektual , Islam radikal mematikan rasionalitas dengan cara mengharamkan umatnya bertanya (mengajukan pertanyaan). Akibatnya, tidak lahir atau tidak ada pemikiran2 analitis dan sikap kritis (analitical thinking dan critical thinking).
Pahala dijanjikan bagi mereka yang menerima dan melaksanakan ajaran secara kafa (terima, hafalkan, lafalkan dan dipraktekkan, maka pahala menunggu). Dari segi spiritual, doktrin ini bisa bertahan lebih 1000 tahun karena terlibatnya dimensi spiritual didalamnya. Transfer spirit, spirit padang pasir yang kering kepedulian yaitu spirit kecurigaan dan kebencian kepada mereka yang berbeda dengan dalil “halal darahnya ditumpahkan”.
Amat mengerikan dan akan langgeng karena aksi2 biadab atas nama agama dianggap mulia dan akan mendapatkan pahala surga. Ekpektasi akan menerima pahala surga sangat jitu mengikat umat dalam ketaatan tanpa pamrih, walau di dunia ini menderia, miskin dan terkebelakang.
Paham ini tidak bisa dihilangkan kalau hanya melibatkan aspek2 intelektual, dia juga harus dilawan dengan menghadirkan dimensi spiritual (the spiritual power) , Spirit yang berkehendak baik (kebaikan/keselamatan) bagi manusia, siapapun dia dan demi kelanggengan eksistensi kelompok manusia, terutama kelompok yang dimarjinalkan.
Sumber : Status Facebook Bagus Baskoro Dito











Comment