Oleh: Gunadi
Itu salah satu strategi untuk mencari dukungan. Memelihara ormas sangat potensial untuk mencari dukungan. Ormas punya massa dan pengurusnya bisa dipakai u/ menggiring massa. Modal politik tidak percaya diri, kecenderungan merampok hak rakyat untuk kepentingannya.
Itu enaknya kalau jd pemimpin daerah yang anggarannya besar, melalui kebijakannya bisa mengalokasikan dana walau ya mungkin peruntukan dana itu adalah untuk arah mendulang suara demi kepentingan politik pemimpin tersebut.
Besaran kenaikan dana hibah itu bervariasi, mulai Rp20,8 juta hingga paling tinggi Rp 5 miliar. Penerima hibah tertinggi, yaitu Rp 5 miliar, adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI. Hibah tertinggi berikutnya, Rp 4 miliar, diterima Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI.
Parisada Hindu Dharma Indonesia DKI menerima hibah Rp 1,39 miliar, sedangkan Majubuthi DKI menerima Rp 1,54 miliar.
Berikutnya Forum Ulama dan Habaib Jakarta menerima Rp 1,53 miliar. Hibah sebesar Rp 1,3 miliar diterima Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia DKI Jakarta.Mau nggak mau para pemimpin2 ormas tsb berpikir, dia baru jd gubernur DKI aja kami udah enak, apalagi klo dia jd presiden?
Jaman Ahok dulu ngga ada istilah bagi2 dana hibah apa lagi ke ormas, krn Ahok lebih fokus duit dipake utk kepentingan warganya.
(Sumber: Facebook DDB)











Comment