by

Apakah Pelecehan Seksual Karena Korban Berpakaian Terbuka dan Ketat?

Oleh : Asrof Husin

Sudah sering kita dengar pendakwah berteriak2 bahwa pelecehan dan perkosaan terhadap perempuan disebabkan oleh pakaian mereka yg terbuka dan ketat lalu mereka berteriak2 bahwa :

– Seluruh tubuh perempuan itu aurat, kulit perempuan itu aurat.

– Wanita itu aurat, jika perempuan keluar rumah setan langsung mengikutinya.

– Perempuan sumber fitnah.- dll.Dan jika terjadi pelecehan dan pemerkosaan maka yg disalahkan itu perempuan.

Apakah benar pelecehan seksual disebabkan karena korban berpakaian terbuka dan ketat ? Pada 17/7/2019 Koalisi Ruang Publik Aman( KRPA ) mempublikasikan survei yg dilakukan terhadap 62.224 responden, survei mengenai pakaian yg digunakan perempuan saat terkena pelecehan seksual dan 5 besar survei tersebut hasilnya seperti gambar/tabel dibawah ini. Dan survei ini telah membuktikan bahwa bukan pakaian yg menyebabkan pelecehan seksual. Pada 21/7/2016 Lentera Sintas Indonesia dan Magdalene.co bekerja sama dengan Change.org mempublikasikan survei yg dilakukan terhadap 25.213 responden bahwa 93% korban pemerkosaan tidak melaporkan kejahatan yg terjadi pada diri mereka.

Sekitar 6% memutuskan melapor dan hanya 1% yg mengatakan kasusnya diselesaikan secara tuntas oleh pihak berwajib, sisanya menghadapi penghentian kasus, pelaku bebas, berakhir damai dan alasan lainnya.Sungguh menyedihkan.Pelecehan dan pemerkosaan banyak juga terjadi pada anak sekolah, dari SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Selama puluhan tahun tidak ada tindakan nyata dari semua untuk melakukan pengawasan dan penghentian terhadap masalah ini.

Setelah puluhan tahun tidak ada tindakan nyata, pada 31 Agustus 2021 Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi Nadiem Makarim menetapkan Permendikbud Ristek Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ( PPKS ) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Dan Nadiem Makarim juga lewat survei internal mengatakan bahwa 77% Dosen akui ada kekerasan seksual di Kampus. Permendikbud PPKS ini sudah sangat bagus, tetapi apa yg terjadi ? Ada kelompok agama/kaum agamawan berteriak2 menuduh Nadiem Makarim melegalkan zinah lewat Permendikbud ini dan TV pun turut mengulasnya.

Faktanya, selama puluhan tahun kelompok agama ini/ kaum Agamawan ini sama sekali tidak ada tindakan nyata dalam menghentikan kekerasan seksual yg marak terjadi, mereka diam seribu bahasa, malah ada yg hanya sibuk mencari kambing hitam.Pelecehan seksual dan pemerkosaan bukan disebabkan karena pakaian tetapi disebabkan oleh kelakuan bejat, rusaknya moral, otak kotor, otak mesum, adanya kesempatan dan menganggap perempuan itu rendahan.Pelecehan seksual dan pemerkosaan bukan karena korban pulang larut malam, justru pemerkosaan itu justru lebih sering terjadi pada siang hari.SALAM DAMAI.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed